triggernetmedia.com – Pendidikan dianggap sebagai hak bagi setiap warga negara, sesuai dengan ketentuan yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar 1945.
Oleh karena itu, Pemerintah Kota Pontianak di bawah kepemimpinan Wali Kota, Edi Rusdi Kamtono, telah menegaskan komitmennya untuk menjadikan akses pendidikan terbuka bagi semua, tanpa memandang usia, latar belakang, atau status sosial seseorang.
Dalam sebuah acara promosi di Aula Kantor Camat Pontianak Utara, Selasa,(10/10), Wali Kota memaparkan pentingnya pendidikan non formal sebagai salah satu upaya dalam pemerataan pendidikan bagi warga Kota Pontianak. Pendekatan ini mencakup jalur pendidikan formal maupun non formal.
“Pendidikan non formal memberikan peserta didiknya fleksibilitas untuk belajar sesuai dengan jadwal yang cocok bagi mereka, bahkan sambil menjalankan pekerjaan atau tanggung jawab keluarga, sehingga mereka memiliki peluang untuk mendapatkan pendidikan yang layak,” kata Wali Kota dalam acara tersebut.
Meskipun pendidikan non formal tidak terikat pada struktur formal sekolah, program ini tetap memberikan pengetahuan dan keterampilan yang berharga kepada peserta.
Hal ini memberikan peluang pendidikan bagi mereka yang mungkin tidak dapat menghadiri sekolah formal secara teratur.
“Sekarang mereka dapat mengikuti pendidikan kesetaraan, termasuk program paket A, B, dan C,” tambah Edi.
Selain itu, pendidikan non formal juga diakui sebagai pendukung konsep pembelajaran sepanjang hayat. Melalui kursus, pelatihan, dan program pendidikan lainnya, pendidikan non formal membantu individu memperoleh pengetahuan baru, mengembangkan keterampilan, serta mengikuti perkembangan teknologi dan tren industri.
“Ini sangat penting di era modern saat ini, di mana perubahan cepat terjadi di berbagai sektor,” jelasnya.
Secara keseluruhan, pendidikan non formal tidak hanya memberikan pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga berperan dalam pembangunan sosial dan ekonomi.
Dengan memberdayakan individu melalui pendidikan, satuan pendidikan non formal berperan penting dalam menciptakan masyarakat yang lebih cerdas, berwawasan, dan berdaya saing tinggi.
“Saat ini, kita menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” tegas Edi.
Sekretaris Daerah Kota Pontianak, Mulyadi, menjelaskan bahwa Program Kesetaraan Pendidikan paket A, B, dan C adalah inisiatif pendidikan yang sangat bermakna bagi orang dewasa yang belum menyelesaikan pendidikan formal mereka di tingkat dasar dan menengah.
“Program ini memberikan kesempatan kepada mereka untuk mendapatkan ijazah setara SD (paket A), SMP (paket B), atau SMA (paket C) melalui ujian yang diakui secara nasional,” kata Mulyadi.
Menurutnya, program ini memberikan peluang kepada orang dewasa untuk meningkatkan kualifikasi pendidikan mereka, membuka akses ke peluang pekerjaan yang lebih baik, serta meningkatkan kualitas hidup mereka secara keseluruhan.
“Dengan demikian, Program Kesetaraan Pendidikan paket A, B, dan C bukan hanya memberikan ijazah kepada peserta, tetapi juga membuka pintu ke masa depan yang lebih cerah dan penuh peluang bagi mereka,” pungkasnya.



