banner 120x600 banner 120x600

KBRI Phnom Penh: 2 WNI Dijadikan Penipu Online di Kamboja

Ilustrasi penipu online (Pexels.com/anete-lusina)
banner 120x600

triggernetmedia.com –¬†Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh sedang mengatasi situasi dua Warga Negara Indonesia (WNI) yang mengalami perlakuan buruk dari sebuah perusahaan yang terlibat dalam penipuan daring atau online scam.

“Dalam kasus dua WNI yang mengaku diperlakukan buruk oleh perusahaan online scam, KBRI Phnom Penh saat ini tengah menangani masalah ini,” ungkap Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri, Judha Nugraha, melalui pernyataan dari KBRI Phnom Penh, seperti disitat dari laman Suara.com, pada hari Minggu (24/9/2023).

Baca juga  Banjir Bandang Kamboja, Lebih dari 10.000 Orang Dievakuasi

Pernyataan ini diberikan untuk memverifikasi sebuah video di media sosial yang memperlihatkan dua WNI dalam kondisi terborgol, meminta bantuan dari Pemerintah Indonesia.

Dalam video yang diunggah oleh akun @Android-AK-47 di platform X, yang sebelumnya dikenal sebagai Twitter, terlihat seorang perempuan dan seorang laki-laki yang terborgol, mengklaim bahwa mereka telah disekap tanpa makan dan minum selama beberapa hari.

Video tersebut juga memuat pernyataan seorang pria yang menyebut dirinya sebagai Pangeran Grey, yang menyebutkan bahwa kedua WNI tersebut berasal dari Purwakarta, Jawa Barat.

Baca juga  Pemerintah Bakal Andalkan Industri Game untuk Majukan Ekonomi

Menyikapi kasus ini, Judha menyatakan bahwa KBRI telah berhasil berkomunikasi dengan kedua WNI tersebut, yang identitasnya diawali dengan huruf LHF (laki-laki) dan NS (perempuan).

Mereka telah berada di Bavet, Kamboja, sejak September 2022. Awalnya, mereka bekerja di perusahaan perjudian daring. Namun, pada April 2023, mereka beralih ke perusahaan online scam.

Judha menambahkan bahwa KBRI telah berkoordinasi dengan pihak Kepolisian Kamboja dan saat ini penyelidikan sedang dilakukan.

About Author

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.