triggernetmedia.com – Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI Hasto Wardoyo memberikan sosialisasi tentang stunting pada seratus Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di perusahaan sawit Tradewinds Plantation Ladang Ladong Simunjan, Sarawak Malaysia, Jumat (8/9).
Sosialisasi tentang stunting diberikan pada PMI sebagai upaya agar anak-anak para PMI yang bekerja di Malaysia juga bisa tumbuh sehat dan cerdas.
“Presiden Jokowi memerintahkan ke kami (BKKBN) untuk keliling ke daerah perbatasan Indonesia buat mengecek apakah di perbatasan kondisi masyarakatnya sehat. Jika anak-anak tidak sehat, apalagi sampai berat badannya tak sesuai dengan pertumbuhan umur dan pendek, itu namanya stunting,” ujar Hasto
Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI, Hasto Wardoyo, memberikan sosialisasi tentang stunting kepada seratus Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang bekerja di perusahaan sawit Tradewinds Plantation Ladang Ladong Simunjan, Sarawak Malaysia, Jumat, (8/9).
Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk memastikan bahwa anak-anak PMI yang bekerja di Malaysia juga dapat tumbuh sehat dan cerdas.
Hasto menjelaskan bahwa Presiden Jokowi telah memerintahkan BKKBN untuk melakukan pengecekan kondisi kesehatan masyarakat di daerah perbatasan Indonesia.
Jika ditemukan anak-anak yang tidak sehat atau mengalami stunting (ketidaksesuaian berat badan dengan pertumbuhan umur dan tinggi badan yang kurang), langkah-langkah perbaikan akan diambil.
Dalam sosialisasi tersebut, Hasto menggunakan pendekatan interaktif, bahkan menyelipkan beberapa kuis tentang stunting. PMI yang dapat menjawab pertanyaan dengan benar diberi hadiah uang sebesar Rp 500 ribu.
Hasto menjelaskan bahwa stunting adalah kondisi di mana anak tumbuh menjadi pendek, kurang cerdas, dan rentan terhadap penyakit.
Presiden berharap agar kasus stunting di Indonesia dapat dikurangi.
Hasto juga meminta kepada para ibu PMI agar memastikan perkembangan anak-anak mereka tidak terhambat oleh stunting.
Hasil interaksi dengan para ibu PMI menunjukkan bahwa pengaturan jarak kelahiran di sini sudah bagus, dengan jarak kelahiran di atas tiga tahun.
Ini mengindikasikan bahwa secara ekonomi, pondasi keluarga para pekerja sudah baik
Perwakilan dari Tradewinds Plantation, Tuan Jamali, memberikan apresiasi tinggi atas perhatian BKKBN terhadap PMI.
“Program ini sangat bermanfaat terutama dalam perancangan keluarga untuk membina masa depan, ambil manfaatnya untuk sama sama kebaikan kita bersama,” tutupnya.










