triggernetmedia.com – Pj. Bupati Landak, Samuel, mengingatkan para kontestan Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 untuk menjalankan kampanye yang sehat dan berkualitas.
Dalam pernyataannya kepada awak media di kantornya, Selasa (29/8), Samuel menekankan perlunya mengurangi mobilisasi massa dan memanfaatkan teknologi informasi dalam proses kampanye.
Dalam upayanya untuk menjaga integritas kampanye dan menghindari politik SARA serta politik identitas, Samuel berpendapat bahwa penggunaan teknologi informasi akan membantu menciptakan kampanye yang lebih bermutu dan menekankan pada politik ide dan gagasan.
“Yang ingin kita bangun bukan demokrasi pengkultusan, bukan demokrasi idola, tapi demokrasi gagasan,” ujarnya.
Samuel juga menyoroti kebutuhan akan komitmen persatuan dalam situasi saat ini. Ia menekankan pentingnya soliditas seluruh elemen masyarakat dan pemerintahan yang stabil untuk menghadapi tantangan masa depan. Dalam rangka menciptakan stabilitas politik dan keamanan, ia menekankan bahwa KPU dan Bawaslu telah menetapkan aturan yang tegas terkait kampanye dan larangan penggunaan politik identitas.
“Situasi ini memerlukan komitmen persatuan dari seluruh pihak. KPU dan Bawaslu sudah menyiapkan aturan pada pemilu dalam setiap tahapan, diantaranya saat tahapan kampanye ada aturan yang tegas mengenai tidak digunakannya politik identitas. Namun tentu saja regulasi dari KPU dan Bawaslu tidak cukup, kita memerlukan seluruh dukungan dari elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi melakukan pengawasan, agar politik identitas tidak terjadi,” tegas Samuel.
Menurut Samuel, praktik politik identitas berpotensi memecah belah bangsa dan menghambat perkembangan demokrasi.
Ia mengingatkan bahwa dampak politik identitas bisa menjadi lebih buruk, yang pada gilirannya akan memperlambat perkembangan demokrasi.
“Politik identitas berpotensi memecah belah bangsa dan menghambat perkembangan demokrasi. Saya berharap semua pihak mampu dan tegas menolak praktik politik SARA dan politik identitas yang sejatinya merusak iklim dan sistem demokrasi,” harapnya.
Dalam konteks Pemilihan Umum 2024, Samuel juga menghimbau seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Landak untuk berani menolak politik SARA dan politik identitas.
Ia meminta masyarakat untuk bijak dalam mengonsumsi informasi, terutama yang diperoleh dari media sosial. Dia berpesan bahwa penolakan terhadap politik identitas akan menjaga substansi pesta demokrasi.
“Kepada masyarakat Kabupaten Landak, saya menghimbau untuk tidak mudah terpengaruh dan terprovokasi dengan pemberitaan serta bijak dalam menggunakan dan menyaring terlebih dahulu segala informasi yang diperoleh dari media sosial. Mari kita bersama-sama mensukseskan Pemilu Serentak Tahun 2024 dengan damai,” tutup Samuel.










