triggernetmedia.com – Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Moeldoko, dalam sebuah acara pelantikan kepengurusan HKTI Provinsi Kalimantan Barat untuk periode 2023-2028, di Hotel Mercure Pontianak, telah menyampaikan isu penting mengenai kelangkaan dan kenaikan harga pupuk yang saat ini menghadang para petani, Jumat (18/8).
Dalam sambutannya, Moeldoko mengaitkan masalah ini dengan situasi politik global yang cenderung tidak stabil, yang telah berdampak pada kenaikan harga pupuk di pasar.
Ia juga menyoroti bahwa subsidi pupuk dari pemerintah belum merata, sehingga petani dituntut untuk mencari alternatif demi kelangsungan produksi pertanian.
“Petani diharapkan dapat menemukan solusi dalam menghadapi situasi ini. Sektor pertanian adalah tulang punggung kehidupan kita, dan jika petani menyerah, dampaknya akan dirasakan oleh semua pihak,” ungkap Moeldoko.
Moeldoko juga mendapat dukungan dari Ketua HKTI Kabupaten Landak, Karolin Margret Natasa, yang setuju bahwa petani harus mencari alternatif dalam menghadapi masalah kelangkaan dan kenaikan harga pupuk.
Karolin menjelaskan bahwa HKTI Kabupaten Landak telah memberikan pelatihan kepada para petani mengenai pembuatan pupuk organik menggunakan bahan-bahan lokal dengan biaya terjangkau.
“Kenyataannya saat ini pupuk sulit didapatkan dan harganya mahal, namun produksi pertanian harus tetap berjalan. Melalui pelatihan ini, kami berharap petani dapat menghasilkan pupuk organik yang efektif dan bermanfaat bagi pertanian,” kata Karolin.
Karolin menambahkan bahwa pupuk organik memang memerlukan waktu lebih lama untuk memberikan hasil yang terlihat dibandingkan dengan pupuk kimia, namun manfaat jangka panjangnya tidak kalah penting.
Ia optimis bahwa pelatihan ini akan menjadi solusi yang membantu petani dalam menyediakan pupuk untuk pertanian di Kabupaten Landak.
“Produksi padi di Kabupaten Landak bisa mencapai 50 ribu ton pertahun. Berbeda dengan lima tahun lalu, dimana hasil pertaniannnya hanya lima ribu ton pertahun. Harapan Saya pada produksi sayur mayur itu juga paling tidak bisa mencukupi kebutuhan masyarakat di Kabupaten Landak,” ungkap Karolin.
Produksi hortikultura tanaman sayuran juga tengah ditingkatkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Karolin juga mengutarakan harapannya terhadap pengembangan produksi kratom, namun mengakui bahwa penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami jenis dan kualitas kratom yang ada.





