triggernetmedia.com – Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan tingginya kasus campak di Indonesia dipengaruhi menurunnya cakupan imunisasi selama pandemi Covid-19 serta masih adanya keraguan masyarakat terkait kehalalan vaksin.
Menurut Budi, selama pandemi, fokus pemerintah dan masyarakat beralih pada vaksinasi Covid-19 sehingga banyak jadwal imunisasi rutin anak terlewat.
“Fokus kita sempat bergeser ke vaksinasi Covid-19 sehingga banyak anak yang tidak mendapatkan imunisasi campak sesuai jadwal,” ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Selain itu, isu halal dan haram vaksin masih menjadi kendala dalam meningkatkan cakupan imunisasi. Ia menyebut, perdebatan tersebut membuat sebagian orang tua ragu memberikan vaksin kepada anak.
Budi menegaskan, bahan vaksin campak rubella serupa dengan vaksin meningitis yang digunakan bagi jemaah haji dan umrah.
Karena itu, ia menilai tidak ada alasan untuk menolak imunisasi campak yang bertujuan melindungi anak dari penyakit berbahaya.
Menurut dia, tantangan utama pemerintah saat ini bukan pada ketersediaan vaksin, melainkan membangun kembali kepercayaan masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa campak bukan penyakit ringan dan dapat berujung fatal jika tidak dicegah melalui imunisasi.



