triggernetmedia.com – Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Kalimantan Barat merayakan hari bersejarah dengan meresmikan gedung markas baru mereka yang megah. Dalam upaya menjalankan niat mulia mereka untuk membantu sesama, organisasi kemanusiaan ini bergerak dengan semangat baru dan motto yang menggugah, yaitu “Setetes darah Anda menyelamatkan jiwa manusia”.
Sebelumnya, PMI Provinsi Kalimantan Barat beroperasi dari gedung yang kurang layak di Jalan KH. Achmad Dahlan No. 17, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota. Namun, dengan peran penting PMI dalam memenuhi kebutuhan darah masyarakat Indonesia, organisasi ini tidak pernah berhenti berbenah untuk meningkatkan layanannya.
Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, merasa bangga dengan prestasi PMI Provinsi Kalimantan Barat dan mengharapkan pengembangan yang lebih lanjut.
“Kepada PMI Provinsi Kalimantan Barat, saya minta agar mengembangkan Bank Donor, bukan hanya Bank Darah. Bank Donor akan mengintegrasikan seluruh pendonor dalam satu sistem aplikasi, sehingga kita bisa mengatur jadwal donor dengan lebih efektif,” ujar Sutarmidji dalam acara peresmian markas baru PMI, Jumat (18/8).
Gubernur Sutarmidji kemudian menyoroti pentingnya pendonor darah tetap, terutama bagi anak-anak penderita Thalasemia yang membutuhkan transfusi darah secara berkala. Menurutnya, penderita Thalasemi ini harusnya sudah dicarikan pendonor tetapnya siapa-siapa dan itu terekam di dalam Bank Donor.
“Karena jenis darah itu ada yang langka dan sulit ditemukan sehingga kita bisa siapkan. PMI harus fokus pada pengembangan Bank Donor dan memastikan ketersediaan darah yang langka dan sulit ditemukan, seperti yang dibutuhkan oleh penderita Thalasemia,” ujarnya.
“Satu anak Thalasemia itu harusnya punya 20-30 orang pendonor tetap, karena kalau terlambat transfusi dan bahkan darahnya tidak ada itu menjadi masalah. Jadi jangan dianggap sepele untuk hal ini,” timpalnya.
Selain itu, menurutnya Kalimantan Barat harus memiliki sekitar 200 ribu pendonor aktif dari Bank Donor tersebut, dalam upayanya untuk efisiensi.
“Saya sarankan agar PMI menggunakan teknologi modern, seperti incinerator, untuk memusnahkan darah yang tidak dapat digunakan,” kata Gubernur Sutarmidji.
“PMI harus mempersiapkan peralatan modern ini untuk mengurangi pemborosan dan mencegah penyebaran penyakit,” katanya memungkas.
Ketua PMI Provinsi Kalimantan Barat, Lismaryani, mengaku bangga atas peresmian gedung atau markas baru PMI Kalbar ini. Ia pun berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan pihak-pihak yang telah memberikan dukungan dalam mencapai tonggak bersejarah ini.
“Markas baru ini akan mempermudah pengelolaan donor darah dan membantu PMI dalam meningkatkan pelayanannya,” ujarnya.
Dikatakan, peresmian gedung markas baru PMI Provinsi Kalimantan Barat ini turut dirayakan dengan kegiatan donor darah, dengan tujuan untuk mengumpulkan 500 pendonor.
“Selain itu kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pembukaan Musyawarah Kerja Provinsi Kalimantan Barat. Apresiasi kepada para donatur yang telah melengkapi dengan sarana dan prasarana berupa 2 unit motor dan 1 unit ambulance yang pada saatnya akan kami operasikan untuk aksi cepat kemanusian,” kata Lismaryani.



