triggernetmedia.com – Stunting merupakan persoalan kesehatan yang serius untuk ditangani di masyarakat, khususnya di kabupaten Landak. Karena itu persoalan gizi anak balita menjadi penting untuk diperhatikan dan dipenuhi agar kasus stunting dapat ditekan dengan baik.
“Penurunan angka stunting tingkat nasional, tingkat provinsi dan di tingkat kabupaten itu berbeda. Kekinian penurunan angka stunting balita di Indonesia mencapai 24,4 persen, di Kalimantan Barat 29,8 persen, sementara di kabupaten Landak 27,8 persen,” ungkap Penjabat (Pj) Bupati Landak, Samuel, pada kegiatan Aksi 7 Pengukuran Publikasi Stunting Hasil Surveilans Gizi Melalui E-PPGBM Tingkat Kabupaten Landak. Bertempat di Aula Kecil Kantor Bupati Landak. Kamis (8/12/2022).
Samuel memaparkan, pengukuran dan publikasi stunting adalah upaya pemerintah untuk memperoleh prevalensi stunting terkini, dan hasil pengukuran serta publikasi tersebut digunakan untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam pencegahan dan penurunan stunting.
“Pengukuran dan publikasi stunting adalah upaya pemerintah kabupaten/kota untuk memperoleh data prevalensi stunting terkini pada skala layanan puskesmas, kecamatan dan desa. Hasil pengukuran tinggi badan anak balita serta publikasi angka stunting digunakan untuk memperkuat komitmen Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam gerakan pencegahan dan penurunan stunting,” jelasnya.
Samuel menambahkan, menurutnya waktu ideal pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita di posyandu dilakukan rutin setiap satu bulan sekali, namun juga dapat dilaksanakan sesuai ketentuan dalam Peraturan Menteri Kesehatan No. 66 Tahun 2014.
“Idealnya pemantauan pertumbuhan dan perkembangan anak balita di posyandu dilakukan rutin setiap satu bulan sekali oleh tenaga kesehatan dibantu oleh kader posyandu dan KPM. Namun untuk pengukuran panjang badan bayi dan baduta usia 0-23 bulan atau tinggi badan balita 24-59 bulan ini dapat dilakukan minimal tiga bulan sekali sesuai ketentuan yang tertera pada Peraturan Menteri Kesehatan No. 66 Tahun 2014,” jelasnya.
Aksi 7 Pengukuran Publikasi Stunting Hasil Surveilans Gizi Melalui E-PPGBM Tingkat kabupaten Landak ini turut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekda Landak Theresia Limawardani, Kepala Kemenag Kabupaten Landak, para Kepala OPD di Lingkungan Pemda Kabupaten Landak, Ketua TP PKK, Kepala Puskesmas se-Kabupaten Landak, para Tenaga Gizi Puskesmas, beserta undangan.




