triggernetmedia.com – Ibadah puasa Ramadhan membuat waktu makan menjadi berubah. Sebagian orang bahkan mungkin juga mengalami penurunan porsi makan karena waktu luang makan yang terbatas. Meski begitu, asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh tetap sama.
Dokter Spesialis Gizi – dr Feni Nugraha, MARS, MGizi, Sp.GK menjelaskan, memenuhi asupan nutrisi sangat penting terutama di masa pandemi Covid-19 saat ini.
Gizi seimbang harus terpenuhi agar imunitas tetap baik dan tubuh terhindar dari berbagai risiko penyakit.
“Hal yang dimaksud dengan gizi seimbang adalah makanan tersebut harus mengandung zat gizi yang dibutuhkan oleh tubuh, baik dalam hal jumlah dan jenisnya.”
“Makanan tersebut harus mengandung berbagai zat gizi, di antaranya karbohidrat, protein, dan lemak yang sesuai. Serta mengandung berbagai vitamin dan mineral yang diperlukan oleh tubuh,” jelas dokter Feni, seperti dinukil dari suara.com.
Selama berpuasa, tubuh tidak terisi dengan nutrisi selama 14 jam. Oleh sebab itu, saat sahur dan berbuka sangat penting untuk mengatur porsi makan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Dokter Feni menganjurkan untuk membagi porsi makan yang ideal selama puasa menjadi 40 persen saat sahur, 50 persen saat berbuka puasa, dan 10 persen saat sesudah tarawih.










