Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Headline

Cerita Perempuan Aktivis Inggris Berupaya Selamatkan Wanita Afganistan

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
25 Agustus 2021
in Headline, Internasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
Cerita Perempuan Aktivis Inggris Berupaya Selamatkan Wanita Afganistan

Perempuan dan anak Afganistan.

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Jurnalis dan penulis asal Inggris, Nadene Ghouri, berupaya mengeluarkan orang-orang dari Afghanistan. Dia sempat bekerja untuk BBC, lalu pindah ke Afghanistan untuk melanjutkan karier dan melatih wartawan lokal.

Ketika Taliban beberapa langkah menguasai Kabul jelang akhir pekan lalu, Ghouri mulai membuat daftar orang-orang yang perlu keluar dari negara itu. Bersama sejumlah koleganya, dia mengatakan kepada BBC bahwa dia tengah berupaya keras.

Ini adalah cerita tentang apa yang dia lakukan dan saksikan dalam beberapa hari sebelum dan sesudah Taliban menguasai Afganistan.

Kami adalah kelompok berisi jurnalis, pekerja sosial, diplomat, dan siapa saja yang bekerja di Afghanistan,

Kami berkumpul selama beberapa hari terakhir dan mengoordinasikan upaya memasukkan sejumlah nama ke daftar evakuasi. Kami berasal dari negara yang berbeda dan kelompok ini bersifat sementara.

Situasi di Kabul berlangsung begitu cepat sekaligus mengejutkan banyak orang. Tak seorang pun bisa menduga Taliban akan menguasai Kabul begitu cepat.

Begitu mereka sudah begitu dekat menuju Kabul, kami mulai berbagi informasi tentang situasi masyarakat. Banyak orang di berbagai wilayah di Afganistan berusaha tetap berkomunikasi dengan kami sesering mungkin. Mereka terjebak di rumah mereka dan mengirimkan pesan darurat kepada kami.

Beberapa orang telah dikirimi surat berisi ancaman pembunuhan. Mereka menjadi sasaran karena menurut Taliban, pekerjaan orang-orang itu tidak sesuai dengan ajaran Islam.

Yang dikatakan Taliban kepada publik internasional dan kenyataan di lapangan sangat tidak sesuai. Pimpinan Taliban tidak selalu dapat mengendalikan apa yang dilakukan para bawahannya. Prajurit mereka dapat bertindak apapun tanpa hukuman. Di beberapa daerah berlaku hukum jalanan.

Beberapa perempuan yang memiliki citra di publik kini menghadapi ancaman besar.

Miris, banyak perempuan yang memiliki hubungan dengan institusi internasional sekarang terjebak.

Perempuan sering dilibatkan orang-orang dari negara Barat pada proyek yang didanai pemerintah untuk menunjukkan bahwa program mereka berhasil.

Para perempuan ini mempercayai kami. Mereka adalah teman dan sekutu kami. Sekarang kami benar-benar mengkhianati mereka.

Ini sangat memilukan, tapi Anda harus menilai siapa yang memiliki tingkat risiko tertinggi dan siapa yang harus diprioritaskan untuk dimasukkan ke daftar evakuasi.

Anda tidak dapat membantu semua orang sekaligus. Ada banyak prioritas saat ini bagi perempuan, terutama yang membawa anak-anak.

Saya memegang sekitar 30 perempuan yang mendesak untuk dibantu. Tapi akan selalu ada lebih banyak lagi perempuan yang datang meminta bantuan.

Kami mengumpulkan informasi dan memberinya kepada organisasi hak asasi manusia yang menyusun data. Informasi itu kemudian akan diberikan kepada sejumlah pemerintahan negara lain untuk mengatur evakuasi.

Saya mencemaskan para sukarelawan yang berusaha mengumpulkan informasi ini. Kami tidak terlatih untuk melakukan ini. Beberapa dari kami merasakan tekanan psikologi dan mengalami kelelahan.

Banyak kedutaan besar negara Barat dan staf pemerintah mereka yang bekerja sepanjang waktu untuk membantu kami.

Namun sistem resmi mereka belum ada dan pemerintah mereka tidak bereaksi cukup cepat untuk mengatur penerbangan evakuasi.

Negara-negara anggota NATO perlu meningkatkan dan memperluas akses ke visa sementara.

Basis data siap digunakan, tapi sangat dibutuhkan koordinasi internasional pusat untuk menyusun daftar evakuasi dan penerbangan, baik oleh Badan Pengungsi PBB atau NATO.

Tanpa itu, nama-nama direplikasi di seluruh daftar evakuasi negara, jadi kursi akan terbuang sia-sia.

Peluang mengeluarkan mereka sekarang terbuka, tapi momentum itu akan dengan cepat sirna.

Kami mendengar bahwa hari ini Taliban telah mendirikan pos pemeriksaan baru di dekat bandara dan tidak mengizinkan mereka yang memiliki dokumen perjalanan evakuasi untuk masuk. Jadi penerbangan penyelamatan dibiarkan setengah kosong.

Pemerintah asing harus menguasai proses penyelamatan. Mereka menciptakan kekacauan ini, mereka perlu melakukan semua yang mereka bisa untuk memperbaikinya.

 

Sumber : Suara.com

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: afganistanAfganistan Dikuasai TalibanBBCinggrisTaliban
Previous Post

Presiden Tanzania Dikritik karena Sebut Pemain Bola Wanita Berdada Rata

Next Post

MotoGP Inggris: Pebalap Top Minim Pengalaman di Silverstone

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
MotoGP Inggris: Pebalap Top Minim Pengalaman di Silverstone

MotoGP Inggris: Pebalap Top Minim Pengalaman di Silverstone

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 23.9k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

Status PPPK Paruh Waktu Dihapus, Revisi UU ASN Kembalikan Struktur Dua Pilar

26 November 2025
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Kasus TPPU PT Asabri

Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Kasus TPPU PT Asabri

17 Juli 2026
Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026
Tersangka Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Status Febrie Adriansyah Masih Proses

Tersangka Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Status Febrie Adriansyah Masih Proses

17 Juli 2026
DPR Dorong KP2MI Perluas Peluang Kerja Luar Negeri di Tengah Gelombang PHK

DPR Dorong KP2MI Perluas Peluang Kerja Luar Negeri di Tengah Gelombang PHK

17 Juli 2026

Recent News

Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Kasus TPPU PT Asabri

Kejagung Periksa Febrie Adriansyah sebagai Tersangka Kasus TPPU PT Asabri

17 Juli 2026
Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Hotman Paris Resmi Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

17 Juli 2026
Tersangka Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Status Febrie Adriansyah Masih Proses

Tersangka Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Status Febrie Adriansyah Masih Proses

17 Juli 2026
DPR Dorong KP2MI Perluas Peluang Kerja Luar Negeri di Tengah Gelombang PHK

DPR Dorong KP2MI Perluas Peluang Kerja Luar Negeri di Tengah Gelombang PHK

17 Juli 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development