triggernetmedia.com – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang melakukan eksekusi atas putusan Pengadilan Negeri (PN) Ketapang terhadap PT. Sinar Karya Mandiri (SKM) atas pembayaran denda sebesar Rp 1 miliar. Sebelumnya, PT. SKM divonis bersalah atas tindak pidana karena kelalaiannya yang mengakibatkan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di lokasi perkebunannya pada tahun 2019 lalu.
Penyerahan uang denda sebesar Rp 1 Miliar itu dilakukan di aula kantor Kejari Ketapang, Rabu (10/3/2021).
Kajari Ketapang, Alamsyah menegaskan, pihaknya telah melakukan eksekusi terhadap putusan PN Ketapang kepada PT. SKM yang dinyatakan bersalah atas kebakaran hutan dan lahan di wilayah perusahaan.
“Hari ini kita telah lakukan eksekusi terhadap PT. SKM, dengan total penyerahan denda sebesar Rp 1 Miliar yang langsung diserahkan ke pihak Bank Mandiri,”jelasnya disela eksekusi siang tadi.
Alamsyah menyebut, putusan majelis hakim PN Ketapang lebih kecil dibanding tuntutan pihaknya di persidangan yang menuntut PT. SKM sebesar Rp 1,2 Miliar.

“Ini sebagai komitmen kami dalam memberikan efek jera bagi para pelaku kerusakan alam termasuk pembakar lahan. Ini sekaligus warning juga buat siapa saja yang hendak melakukan hal serupa bahwa kami tegas akan memproses hukum siapapun tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PT. SKM, Kunadi menyatakan pihaknya telah melaksanakan putusan PN Ketapang tentang Karhutla yang terjadi di wilayah perkebunan mereka.
“Dan kami sudah membayar denda sebesar Rp 1 miliar,” ujarnya.
Kunadi menyatakan, Karhutla yang terjadi di wilayah perkebunnya terjadi pada tahun 2019 lalu. Sedikitnya terdapat 600 hektar lahan yang sudah tertanam dan 200 hektar lahan yang belum tertanam yang terbakar.
“Lokasi kebun kami terbakar saat itu di Desa Tanjung Pasar Kecamatan Muara Pawan,” jelasnya.
Kunadi membantah Karhutla yang terjadi di wilayah perkebunnya bukan dilakukan pihaknya, namun pihaknya tidak dapat memastikan siapa yang melakukan pembakaran lahan perkebunan tersebut.
“Perusahaan tidak mungkin melakukan itu, apalagi kami sudah berinvestasi sangat mahal, cuma kami tidak bisa menuduh siapa, yang pasti yang sering terjadi titik hotspot sering berada di sekitar lokasi kebun kami,” katanya berdalih.
“Saat ini kita telah melakukan persiapan penanggulangan karhutla mulai dari kesiapan sarana dan prasarana, sosialisasi kepada masyarakat hingga membentuk satgas,” tandasnya.
Penulis : Jhon
Editor : Ariz
