triggernetmedia.com – Warga di pemukiman pantai Sei Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat dalam seminggu terakhir merasa tidak nyaman tinggal di rumah hunian mereka. Sebab rumah yang ditempati dipinggir pantai nyaris tergerus oleh ganasnya gelombang laut.
Menurut Kepala Dusun Sei Tengar Desa Mekar Utama, Aguslan Siregar, dalam beberapa hari terakhir cuaca sangat ekstrim dengan curah hujan cukup tinggi. Bahkan angin kencang sudah mengantarkan kondisi air laut makin naik ke daratan, sehingga beberapa rumah warga disepanjang pantai itu terkena imbas ganasnya gelombang air laut.
“Sedikitnya ada delapan rumah rusak berat akibat diterjang ombak pantai, dan masih banyak pemukiman warga yang tinggal di pesisir pantai terancam kehilangan tempat tinggal mereka,” ungkap Aguslan Siregar, Sabtu (19/12/2020) malam via pesan medsosnya.
Ia menyebut, kekinian, bahkan sebagian warga yang menghuni rumah tepi pantai sudah pindah untuk mengungsi mengamankan diri bersama keluarganya ketempat yang dianggap lebih aman.
“Warga dusun Sei Tengar meminta kepada pihak perusahaan maupun pemerintah daerah untuk peduli terhadap keluhan masyarakat karena dinilai perusahaan juga tidak bisa menutup mata akan kondisi masyarakat sekitar, karena kami juga hidup dilingkungan perusahaan, dan kami juga berharap kepada pihak pemerintah daerah untuk bersinergi dengan perusahaan yang ada disekitar Sei Tengar agar dapat segera mengatasi abrasi yang semakin hari semakin mengancam kehidupan masyarakat Sei Tengar khususnya kehidupan warga disepanjang pantai,” harap Aguslan Siregar.
Sementara itu, saat dikonfirmasi, Camat Kendawangan Eldiyanto mengaku prihatin dengan kondisi warganya disepanjang pantai Sei Tengar yang rumahnya hampir ambruk diterjang ombak pantai.
Eldiyanto mengimbau warga untuk tetap waspada karena cuaca cukup ekstrim dan seluruh kondisi sepanjang pantai hampir seluruhnya mengalami abrasi yang luar biasa.
“Setidaknya tiga sampai lima meter setiap tahunnya daratan terkikis oleh abrasi pantai dan diperkirakan dampak musim hujan disertai angin kencang tahun ini telah mengikis daratan sekitar tujuh meter,” kata Eldiyanto.
Dirinya menyatakan, Pemerintah Kecamatan Kendawangan sudah berupaya dan telah mengajukan pembangunan tanggul abrasi melalui Musrenbang ke provinsi sepanjang 3 KM.
“Namun karena dinilai masih dalam kondisi pandemi Covid-19 sehingga banyak usulan pembangunan yang tertunda pelaksanaannya,” ujar Eldiyanto.
Mesti demikian Eldiyanto berharap pemerintah provinsi segera membangun tanggul penahan abrasi pantai di Kecamatan Kendawangan karena dinilai sudah sangat mendesak bagi kebutuhan hajat hidup orang banyak di kawasan pesisir itu.
Pj Kades Mekar Utama Hartono juga mengaku prihatin dengan nasib warga disepanjang pantai Sei Tengar Desa Mekar yang rumahnya nyaris roboh diterjang gelombang pantai, menurutnya setidaknya ada 8 rumah warga yang terancam roboh untuk itu Hartono meminta Kadus Sei Tengar agar mendata warganya yang terkena musibah.
“Hal ini juga sudah kami laporkan ke BPBD Kabupaten Ketapang untuk segera dapat penanganan,” katanya menambahkan.
Jhon I Ariz











