banner 468x60

Bosan Sate dan Rendang saat Idul Adha? Yuk Coba Bikin Malbi Khas Palembang

Trigger Netmedia - 31 Juli 2020
Bosan Sate dan Rendang saat Idul Adha? Yuk Coba Bikin Malbi Khas Palembang
Malbi makanan khas Kota Palembang yang cocok disajikan saat Idul Adha. [Suara.com/Rio] - ()

triggernetmedia.com – Pada momen Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah/2020 M ini, biasanya masyarakat mendapatkan daging kurban. Baik itu daging sapi maupun kambing.

Tetapi, selama ini biasanya daging kurban yang didapat pada Hari Raya Kurban, rata-rata hanya diolah menjadi hidangan seperti sate dan rendang.

Bagi Anda yang bosan mengonsumsi sate maupun rendang dari daging sapi kurban, bisa mencoba membuat salah satu olahan daging khas Palembang yang kerap disajikan saat Hari Raya Idul Adha.

Yap, salah satu kuliner khas di kota yang terkenal dengan ikon Jembatan Ampera ini bernama Malbi Khas Palembang.

Ketika mulut mulai mengunyah daging malbi itu, akan bisa menikmati rasa manis yang begitu pas ditambah resapan bumbunya. Rasa malbi daging ini pastinya dijamin bakal nendang lho.

“Biasanya itu (malbi daging) dikonsumsi pakai nasi minyak kalau di sini (Palembang). Namun, di moment Idul Adha, salah satu kuliner ini dijadikan pendamping ketupat,” kata pelaku usaha kuliner Malbi Palembang, Muhammad Yunus Obay, saat dihubungi pada Jumat (31/7/2020).

Pria berusia 40 tahun ini menjelaskan pembuatannya olahan daging satu ini memang membutuhkan ketelatenan. Mengingat proses untuk memasaknya memakan waktu kurang lebih empat jam.

Baca juga  Cara Kurban Online di Dompet Dhuafa, Mudah dan Praktis

“Harus telaten memasak ini (daging malbi). Kenapa sampai berjam-jama, ya karena supaya bumbunya betul-betul meresap ke dalam daging,” ucap Obay yang meneruskan racikan resep turun-temurun keluarganya.

Dengan racikan resep yang dimiliki, dijamin akan membuat daging malbi sangat nikmat di mulut. Diakuinya, malbi daging masakannya juga kini banyak digemari pelancong, khususnya pecinta kuliner yang datang ke Kota Pempek ini.

Kini, malbi produk yang dibuat ayah tiga anak tersebut diberi nama yakni Malbiqu Palembang bentuk kemasan agar mudah dikonsumsi kapan saja.

Dalam sehari, ia sanggup memproduksi paling banyak 20 kilogram daging malbi. Sejauh ini sudah ada tiga jenis paket yang dirinya produksi.

“Macam-macam paketnya. Ada paket Rp 85 ribu dengan isi 250 gram daging malbi, lalu isi 500 gram seharga Rp 155 ribu dan paket satu kilogram harganya Rp 300 ribu. Kalau yang order (pesan Malbiqu), selain dari Palembang ada juga dari luar provinsi, seperti Makassar,” tutur dia.

Jika Anda ingin mencoba membuat malbi sendiri, Obay pun memberikan resep dan tips khusus melalui Suara.com. Berikut bahan dan cara untuk membuat malbi daging khas Palembang yang lezat nan nikmat.

Baca juga  Apa Hukum Makan Daging Kurban Sendiri?

Bahan yang harus disiapkan untuk membuat malbi. [Suara.com/Rio]

Bahan utama:

  1. Daging sapi (kalau ingin lebih nikmat daging sapi sirloin),
  2. Santan, dan
  3. Kecap manis

Bumbu tumis: 

  1. Bawang merah yang sudah diblender,
  2. Bawang putih yang sudah diblender, dan
  3. Jahe yang sudah diblender.

Bumbu campuran:

  1. Garam kasar,
  2. Air asam jawa,
  3. Lada putih bubuk,
  4. Cengkeh,
  5. Kayu manis, dan
  6. Pala bubuk.

Cara membuat:

  1. Langkah pertama daging yang ada dicampur dengan bumbu tumis halus. Tambahkan sedikit air, kemudian masukkan bubuk lada putih dan pala sambil mengaduk,
  2. Tambahkan kayu manis dan cengkeh,
  3. Ketika daging mulai setengah matang, tuangkanlah kecap manis secukupnya sesuai selera,
  4. Taburkan garam kasar dan aduk lagi,
  5. Saat tekstur daging itu mulai terasa empuk, campur dengan asam jawa yang telah disiapkan,
  6. Gunakan api kompor jangan terlalu besar sembari menunggu dagingnya lembut,
  7. Setelah daging itu matang langsung campurkan dengan santan dan aduk lagi,
  8. Tunggulah santan sampai menyerap dengan daging dan mengeluarkan minyak hingga mengering kuahnya dengan waktu yang sudah ditentukan,
  9. Jika sudah, daging malbi untuk menemani Idul Adha di rumah bisa disajikan dan siap untuk disantap.
Sumber : Suara.com

 

 

 

 

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

Terkini

Kasus Corona Tembus 1 Juta Jiwa, Rupiah Langsung Keok Lawan Dolar AS

Kasus Corona Tembus 1 Juta Jiwa, Rupiah Langsung Keok Lawan Dolar AS

Bisnis   Ekonomi   Headline   Internasional   Keuangan   Nasional   News   Sorotan
Revisi UU Pemilu, Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 5 Persen

Revisi UU Pemilu, Ambang Batas Parlemen Naik Jadi 5 Persen

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta Orang, Pemerintah Baru Mau Buat Langkah Khusus

Kasus Covid-19 Tembus 1 Juta Orang, Pemerintah Baru Mau Buat Langkah Khusus

Headline   Kesehatan   Kesra   Nasional   News   Sorotan
Vaksinasi Covid-19 Tahap Awal Diakui Pemerintah Ada Masalah

Vaksinasi Covid-19 Tahap Awal Diakui Pemerintah Ada Masalah

Headline   Kesehatan   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Pembangunan Waterfront, Bangunan Terkena GSS Mulai Dibongkar

Pembangunan Waterfront, Bangunan Terkena GSS Mulai Dibongkar

Headline   Infrastruktur   Khatulistiwa   Kilas Kalbar   News
4.920 Vial Vaksin COVID-19 Tiba di Ketapang, Perdana Diprioritaskan Bagi Nakes dan Pelayan Publik

4.920 Vial Vaksin COVID-19 Tiba di Ketapang, Perdana Diprioritaskan Bagi Nakes dan Pelayan Publik

Headline   Kesehatan   Ketapang   Kilas Kalbar   News   Sorotan
Ambroncius Nababan, Pentolan Pendukung Jokowi yang Kini Terancam Bui

Ambroncius Nababan, Pentolan Pendukung Jokowi yang Kini Terancam Bui

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Dilantik Jadi Kapolri, Listyo Akan Setia Pada UUD dan Kerja Sebaik-baiknya

Dilantik Jadi Kapolri, Listyo Akan Setia Pada UUD dan Kerja Sebaik-baiknya

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Cornelia Agatha Resmi Jadi Pengacara

Cornelia Agatha Resmi Jadi Pengacara

Headline   Infotainment   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Pantau Perkembangan Pariwisata, Menparekraf Berencana Berkantor di Bali

Pantau Perkembangan Pariwisata, Menparekraf Berencana Berkantor di Bali

Ekonomi   Headline   Maritim   Nasional   News   Seni & Budaya

Pemerintah Kabupaten Ketapang

Close Ads X