banner 468x60 banner 468x60

BBPOM Sebut Formav-D Mengandung CTM dan Natrium Diklofenac

Trigger Netmedia - 17 April 2020
BBPOM Sebut Formav-D Mengandung CTM dan Natrium Diklofenac
Plt Kepala Balai Besar POM Pontianak, Ketut Ayu Sarwetini memberikan keterangan pers. Pihaknya menyatakan racikan obat Formav-D milik FL yang digadang-gadang dapat menyembuhkan Covid-19 mengandung CTM dan Natrium Diklofenac. - ()

triggernetmedia.com – Plt Kepala Balai Besar POM Pontianak, Ketut Ayu Sarwetini menyatakan racikan obat Formav-D milik FL yang digadang-gadang dapat menyembuhkan Covid-19 mengandung CTM dan Natrium Diklofenac.

“Pemeriksaan atas racikan Formav-D milik saudara FL ini kita lakukan untuk memperjelas maraknya pemberitaan di media massa mengenai telah ditemukannya obat COVID-19,” kata Ketut Ayu Sarwetini saat melakukan jumpa pers di Pontianak, Jumat (17/4/2020).

Sebelumnya,  pada Rabu tanggal 15 April 2020, kata dia, tim gabungan yang terdiri dari Balai Besar POM di Pontianak, Dinkes Kalbar dan Korwas PPNS Ditreskrimsus Polda Kalbar telah melakukan penertiban terkait keberadaan produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan yang ada di rumah tinggal milik seorang warga di Pontianak Timur, yakni di kawasan Jalan Tanjung Raya II Pontianak, yang dihuni FL.

Dalam kegiatan tersebut, jelas Ketut Ayu Sarwetini, ditemukan sediaan farmasi dalam bentuk kapsul yang dimasukkan ke dalam wadah botol. Jenis-jenis khasiat obat yang tertera dalam wadah botol plastik antara lain anti virus segala kanker, antibiotik, sinusitis, Formav D, Batu Ginjal, Autonium, Bengkak Jantung, Tenang Jantung, Kolesterol, Tumor, Kelenjar, Diabetes, Batu Empedu, Prostat, dan lain sebagainya.

Selain itu ditemukan juga obat yang berisi Parasetamol dengan merk Panadol sebanyak 490 blister @ 10 kaplet, produk-produk obat tradisional tanpa izin edar seperti 606 Antacid dari Malaysia, Ginseng Kianpi Pil, Qing Kam Ling dari China, Ancom dari China, Secretmen Suplemen, cangkang kapsul berbagai ukuran 42 bungkus @ 1.000 kapsul, mortir dan blender.

“Total temuan ada sebanyak 23 jenis yang terdiri dari sediaan farmasi tanpa izin edar sebanyak 13 jenis, termasuk kapsul-kapsul dalam botol yang dibuat atau diproduksi oleh FL dan enam jenis peralatan yang diduga digunakan dalam proses pembuatan obat herbal yang dibuat bersangkutan,” ungkap dia.

Terkait temuan sejumlah obat-obatan yang di duga ilegal itu kini telah diamankan di kantor Balai Besar POM Pontianak.

Kemudian, terkait produk bernama anti virus yang di klaim oleh FL sebagai jamu tradisional yang membantu mengatasi deteksi dari pada virus Corona telah dilakukan uji laboratorium di Laboratorium BBPOM di Pontianak terhadap kandungan Bahan Kimia Obat (BKO).

Menurut Ketut Ayu Sarwetini, kandungan BKO dalam produk anti virus yang didapat dari uji laboratorium adalah CTM dan Natrium Diklofenac.

“Berdasarkan hasil pengujian tersebut, produk herbal atau sediaan obat tradisional tidak diperbolehkan mengandung bahan kimia obat sesuai peraturan Menkes No. 006 tahun 2012 tentang Industri dan Usaha Obat Tradisional Pasal 37 huruf (a),” paparnya.

“Bahwa setiap industri dan usaha obat tradisional dilarang membuat segala jenis obat tradisional yang mengandung bahan kimia hasil isolasi atau sintetik yang berkhasiat obat.

Dengan demikian, saudara FL patut diduga melanggar UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 196 yaitu setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan / atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar / memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan / atau alat kesehatan yang tidak memenuhi standar / atau persyaratan keamanan, khasiat atau kemanfaatan dan mutu sebagai mana dimaksud dalam pasal 98 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar,” sambungnya.

Plt Kepala Balai Besar POM Pontianak, Ketut Ayu Sarwetini kemudian menjelaskan, pada pasal 197 disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja memproduksi atau mengedarkan sediaan farmasi dan / atau alat kesehatan yang tidak memiliki izin edar sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dipidana dengan penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp1 miliar.

“Kemarin sempat meminta keterangan dan akan menyisihkan barang bukti untuk dilakukan uji lab. Nanti akan kita dalami lebih lanjut,” tutupnya.

Dhesta

Tinggalkan Komentar

Terkini

KPK Cecar Dedi Mulyadi Soal Aliran Uang Korupsi Banprov Indramayu Ke Sejumlah Pihak

KPK Cecar Dedi Mulyadi Soal Aliran Uang Korupsi Banprov Indramayu Ke Sejumlah Pihak

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Dilaporkan Karena Dugaan Makar, Ini Penjelasan Direktur LBH Bali

Dilaporkan Karena Dugaan Makar, Ini Penjelasan Direktur LBH Bali

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Megawati Cerita Pernah Ingatkan Jokowi Agar Pegang Komando Saat Bencana

Megawati Cerita Pernah Ingatkan Jokowi Agar Pegang Komando Saat Bencana

Headline   Nasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kebakaran Hutan, Ratusan Warga Athena Ngungsi Hindari Asap dan Api

Kebakaran Hutan, Ratusan Warga Athena Ngungsi Hindari Asap dan Api

Headline   Internasional   lingkungan   Maritim   News   Sorotan   Sospolhukam
Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi

Banyak Usia Muda Tularkan Covid-19 di Australia, Tapi Sulit Ikut Vaksinasi

Headline   Health   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Kisah Warga Afghanistan yang Dulu Bantu Pasukan Khusus AS dan Kini Terlunta

Headline   Internasional   News   Sorotan   Sospolhukam
Tom Daley, Atlet yang Hobi Merajut Beri Hasil Karyanya pada Atlet Malaysia

Tom Daley, Atlet yang Hobi Merajut Beri Hasil Karyanya pada Atlet Malaysia

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sport
Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal

Atlet Australia Rusak Fasilitas Olimpiade Sebelum Tinggalkan Jepang, Panitia Kesal

Headline   Internasional   Kabar Arena   News   Sorotan   Sport
Bukan untuk Diet, Ini Alasan Mikha Tambayong Betah 6 Tahun Tak Makan Nasi

Bukan untuk Diet, Ini Alasan Mikha Tambayong Betah 6 Tahun Tak Makan Nasi

Fashion   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Trend
Tasya Farasya Pamer OOTD, Penampakan di Sofa Bikin Emosi

Tasya Farasya Pamer OOTD, Penampakan di Sofa Bikin Emosi

Fashion   Headline   Infotainment   Lifestyle   Selebritis   Serba-serbi   Tips   Trend

SITE LOCATION REKLAME

Streaming triggernetmedia.com