banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Relokasi dan Refocusing APBD 2020 Untuk Tangani Covid-19

Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun 2021 melalui teleconference di Ruang Pontive Center Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis 2/4/2020.
banner 468x60

triggernetmedia.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Pontianak Tahun 2021 melalui teleconference di Ruang Pontive Center Kantor Wali Kota Pontianak, Kamis (2/4/2020). Musrenbang RKPD yang memanfaatkan teknologi informasi ini merupakan pertama kalinya digelar di tengah situasi pandemi virus corona, sekaligus sebagai bentuk social distancing.

“Alhamdulillah secara umum musrenbang RKPD berjalan lancar,” ujar Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono.

Musrenbang RKPD diikuti sekitar 89 peserta. Pada teleconference ini, selain membahas penyusunan APBD tahun anggaran 2021 dan program tahun 2020 yang sedang berjalan, relokasi dan refocusing APBD tahun anggaran 2020 untuk tanggap darurat Covid-19 juga dibahas dalam kegiatan tersebut.

Baca juga  Diasumsikan 4 % Praktek Mandiri Bidan Tutup di Kalbar

Menurut Edi, besaran relokasi dan refocusing anggaran itu sebesar Rp37 miliar untuk penanganan Covid-19. Dana tersebut tersebar di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dalam menangani Covid-19.

“Seperti Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Dinas Pertanian, Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan dan lainnya,” jelas Edi.

Edi juga menyebut, terdapat revisi terhadap Dana Alokasi Khusus (DAK), yakni ditunda atau dibatalkannya, yakni DAK fisik selain sektor pendidikan dan kesehatan.

“Jadi, DAK fisik yang bukan sektor pendidikan dan kesehatan itu dibatalkan. Untuk besaran anggarannya sekitar Rp43 miliar,” ungkapnya.

Selanjutnya, kata dia, di tahun 2021 mendatang, pihaknya akan lebih fokus pada pemulihan ekonomi, di samping sektor kesehatan. Hal itu dilakukan karena dampak pandemi virus corona telah mengakibatkan merosotnya pertumbuhan perekonomian secara global maupun nasional, yang tentunya berdampak pula terhadap Kota Pontianak.

Baca juga  Pemkot Pontianak Maksimalkan Layanan Penyeberangan Ferry Bardan Nadi - Siantan

“Kita akan lebih fokus pada pemulihan melalui program-program padat karya dan bantuan-bantuan sosial,” katanya.

Untuk rencana pembangunan di tahun 2021, beber Edi, program-program pembangunan yang strategis tetap berlanjut. Adapun program tersebut diantaranya duplikasi Jembatan Kapuas I, pelebaran jalan H Rais A Rahman, pelebaran Jalan Adisucipto-Imam Bonjol, Jalan Khatulistiwa, Kom Yos Sudarso.

“Secara garis besar jalan-jalan utama itu kita tinggal peningkatan kualitasnya saja, sedangkan untuk jalan lingkungan tetap berlanjut,” katanya memungkasi.

Jim I Ariz

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.