banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600 banner 120x600

Wali Kota Depok Jumpa Pers Warganya Terinfeksi Virus Corona

Wali Kota Depok Mohammad Idris. [Suara.com/Supriyadi]
banner 468x60

triggernetmedia.com – Wali Kota Depok Mohammad Idris menggelar jumpa pers terkait 2 warganya yang terinfeksi virus corona. Dua warga Depok itu kini dirawat di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso di Jakarta.

Keinian jumpa pers Muhammad Idris belum dimulai. Masih persiapan penyusunan kursi jumpa pers.

“mohon izin menginformasikan agenda Wali Koa Depok,” begitu awalan undangan jumpa pers ke wartawan.

Jumpa pers akan dilakukan pukul 13.30 WIB di Aula Teratai Lantai 1 Gedung Balai Kota Depok.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan dua warga negara Indonesia yang dinyatakan positif terinfeksi virus corona tinggal di Depok, Jawa Barat. Terawan menjelaskan bahwa dua warga yang dinyatakan positif terserang COVID-19 tersebut merupakan ibu dan anak yang berturut-turut berusia 64 tahun dan 31 tahun.

Baca juga  Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2021, Pertahankan Status Raja Sachsenring

“Ada WN Jepang yang tinggal di Malaysia, melakukan perjalanan ke Indonesia, kembali ke Malaysia setelah beberapa hari sakit, maka dicek di sana, kena monitor, dikatakan COVID-19 positif, pemerintah Malaysia menghubungi kita, kita lakukan tracking (pelacakan), melakukan close contact (kontak dekat) dengan pasien ini, kita tindak lanjuti, sistem di sini berjalan,” ia menjelaskan.

Menurut Menteri Kesehatan, ibu dan anak yang positif terserang COVID-19 punya hubungan erat dengan warga Jepang yang terserang virus corona. Ibu dan anak itu, menurut dia, sekarang menjalani perawatan di ruang isolasi Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso di Jakarta dan kondisinya stabil, hanya mengalami batu dan pilek.

Baca juga  Hasil Liga Jerman: Tundukkan Hertha Berlin, Hoffenheim Kembali ke Jalur Kemenangan

Aparat pemerintah sudah melakukan pengecekan ke rumah ibu dan anak yang terinfeksi virus corona di Depok.

“Rumahnya kita cek sehingga kita bawa dua-duanya ibu dan anak, umur 64 tahun dan 31 tahun. Sesuai prosedur, Dinas Kesehatan setempat melakukan pemantauan dan isolasi rumah,” kata Terawan.

“Terdeteksinya 1 Maret, penelurusan sudah dilakukan, begitu dengar berita kita penelusuran dan pemisahan dan apapun close contact selalu kita periksa detail, orang yang tinggal dengan dua orang ini dipisah juga, sudah kita pisahkan,” ia menambahkan.

Sumber : Suara.com 

banner 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.