banner 468x60

Janji Sowan ke Tokoh Tanjung Priok Usai Minta Maaf, Yasonna: Cari Waktu Pas

Trigger Netmedia - 23 Januari 2020
Janji Sowan ke Tokoh Tanjung Priok Usai Minta Maaf, Yasonna: Cari Waktu Pas
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) sekaligus Ketua DPP PDIP Bidang Hukum dan Perundang-undangan PDIP Yasonna H Laoly memberi keterangan kepada wartawan di Royal Ambarrukmo, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (17/1/2020). – (Suara.com/Baktora) - ()

triggernetmedia.com – Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly berjanji akan segera bertemu langsung dengan tokoh-tokoh masyarakat Tanjung Priok untuk meluruskan maksud dari pernyataannya yang mencontohkan Tanjung Priok sebagai daerah rawan kriminal akibat kemiskinan.

Namun Yasonna tidak menjelaskan secara tegas kapan pertemuan itu akan digelar.

“Mudah-mudahan saya akan cari waktu yang pas untuk nanti bertemu tokoh masyarakat di Tanjung Priok,” kata Yasonna dalam konferensi pers di Gedung Kemenkumham, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/1), dinukil dari laman suara.com.

Dalam kesempatan ini, Yasonna juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada warga Tanjung Priok, menurutnya pernyataan itu sudah berdasar pada pengetahuan ilmiah sehingga bisa dipertanggungjawabkan juga secara ilmiah.

Baca juga  Dikabarkan Tenggelam, Warga Adisucipto Belum Ditemukan Hingga Saat ini

“Sebenarnya apa yang saya sampaikan itu kan penjelasan ilmiah, seharusnya ditanggapi secara ilmiah bukan secara politik karena diplitir-plintir ada beda informasi yang disampaikan ke publik sehingga adanya perbedaan pendapat,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia justru menduga pernyataannya sudah dipersepsikan berbeda oleh media massa sehingga menimbulkan kemarahan dari warga Tanjung Priok.

“Bahwa kemudian ternyata, berkembang penafsiran berbeda di media masa dan publik luas sehingga sudara-saudara saya merasa tersinggung,” katanya.

Diketahui, kemarahan warga Tanjung Priok ini bermula dari pernyataan Yasonna saay berkunjung ke Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis (16/1) lalu, Yasonna mengatakan kriminalitas muncul akibat dari kemiskinan.

Baca juga  Berat Badan Naik, Raline Shah Sempat Ketar-ketir

Untuk menjelaskan itu, dia mencontohkan anak yang lahir dari Tanjung Priok akan lebih kriminil ketimbang anak Menteng.

“Yang membuat itu menjadi besar adalah penyakit sosial yang ada. Itu sebabnya kejahatan lebih banyak terjadi di daerah-daerah miskin. Slum areas (daerah kumuh), bukan di Menteng. Anak-anak Menteng tidak, tapi coba pergi ke Tanjung Priok. Di situ ada kriminal, lahir dari kemiskinan,” kata Yasonna di Lapas Narkotika Kelas IIA, Jatinegara, Jakarta pada Kamis (16/1).

Agung Sandy Lesmana | Muhammad Yasir

banner 468x60

Tinggalkan Komentar

HARI JADI KETAPANG Ke-603

Greeting Pelantikan Bupati & Wakil Bupati Ketapang

Streaming triggernetmedia.com

Close Ads X