Landak Kembangkan Padi Palawakng Generasi Kedua

  • Bagikan
Program perbaikan varietas padi lokal Palawakng untuk fokus mengawal perbaikan padi tersebut guna meningkatkan produktivitas pertanian di Landak.
banner 468x60

triggernetmedia.com – Bupati Landak, dr. Karolin Margret Natasa meminta kepada tim program perbaikan varietas padi lokal Palawakng untuk fokus mengawal perbaikan padi tersebut guna meningkatkan produktivitas pertanian di Landak.

“Program perbaikan varietas padi lokal Palawakng Gaeng tersebut selain bisa mempertahankan varietas padi lokal asli Kabupaten Landak juga bisa meningkatkan kualitas varietas padi lokal palawakng Gaeng dan hasil produksinya bisa lebih tinggi dari yang biasanya,” kata Karolin, Sabtu (21/12) di Ngabang.

Bupati Karolin berpesan kepada Tim Program Perbaikan Varietas Padi Lokal Palawakng dan intansi terkait untuk lebih fokus mengawal perbaikan program varietas padi lokal Palawakng.

“Sebab varietas padi Palawakng merupakan padi lokal asal kabupaten Landak yang harus didorong dan memiliki nilai tambah agar hasilnya sesuai yang kita harapkan,” ujarnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Landak melalui Tim Program Perbaikan varietas padi lokal Palawakng Dinas Pertanian Perikanan dan Ketahanan Pangan (DPPKP) tanam kembali padi lokal palawakng Generasi Ke 2 atau M2 varietas Gaeng, di Oto Ledang, Desa Koranji Paedang, Kecamatan Sengah Temila, Jumat (20/12).

Baca juga  Komnas HAM Selesaikan Laporan Hasil Penyelidikan Laskar FPI dalam Dua Pekan

Wakil Ketua tim program prrbaikan varietas padi lokal Palawakng, Lusia Artivinia Natalaga, mengatakan penanaman yang dilaksanakan di Kecamatan Sengah Temila itu merupakan penanaman M2 atau generasi Ke dua dari lrogram perbaikan varietas padi lokal Palawakng.

“Peneliti dari PAIR BATAN turut hadir pada proses penanaman ini, dikarenakan proses Penanaman harus sesuai dengan prosedur yang telah di tetapkan,” jelasnya.

Menurut Lusia, pada generasi pertama atau M1 Pemerintah Kabupaten Landak menanam atau mengembangkan tiga varietas padi lokal palawakng yaitu varietas Salon, varietas Balacant dan varietas Gaeng.

“Tetapi di M2 atau generasi kedua ini kami menanam satu varietas saja, hal ini dikarenakan pada hasil panen M1 varietas Gaeng hasil panenya lebih baik dari varietas Balacant dan varietas Salon,” katanya.

Baca juga  Pemkab Landak Siapkan Rancangan Perbup Tata Cara Pilkades Terbaru

Sementara itu Peneliti dari Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) DR. Azri Kusuma Dewi menyampikan penanaman padi varietas Gaeng ini ada dua dosis radiasi yaitu 200 Grey dan 300 Grey, di antara itu juga di tanam 0 Gray atau tanpa radiasi sebagi tanaman induknya atau tanaman kontrol.

“Harapan kami dari PAIR BATAN pada penanaman M2 ini agar kita dapat melakukan seleksi pada generasi ini, dengan tujuan seleksi ini untuk mencari perbaikan sifat atau karakter dari tanaman mutan dibandingkan dari tanaman induknya, dan seleksinya nanti akan di lakukan pada fase generatif, dimana tanaman sudah memasuki pembungaan,” kata Azri.

Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *