triggernetmedia.com – Ketua Forum Perbatasan Provinsi Kalimantan Barat Abelnus menilai, selama Joko Widodo menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia di periode pertama cukup berhasil membangun infrastruktur fisik wilayah Perbatasan Kalimantan Barat.
“Selama Jokowi menjabat Presiden Republik Indonesia berhasil membangun tiga Pos Lintas Batas Negara sekaligus di Perbatasan Kalbar, termasuk PLBN Entikong, Sanggau,” katanya, Minggu (20/10).
Namun kata Abel, kedepan Pemerintah pusat diharapkan membangun sosial – budaya dan ekonomi masyarakat perbatasan, yang sampai saat ini masih tertinggal.
Menurutnya pembangunan infrastruktur yang digaungkan oleh Pemerintah Pusat di perbatasan Kalbar, secara langsung tidak memberikan dampak peningkatan ekonomi masyarakat setempat. Bahkan yang menikmati dari pembangunan tersebut, hanya orang luar yang memilik modal.
“Sebaiknya Jokowi pada periode kedua ini lebih fokus pada persoalan peningkatan ekonomi masyarakat perbatasan dengan cara mendorong setiap keluarga di perbatasan memiliki usaha mikro sesuai dengan kearifan lokal setempat,” ujarnya.
Abelnus mengatakan, Provinsi Kalimantan Barat memiliki panjang perbatasan sepanjang 966 km, tiga PLBN yang telah resmi dan tiga perbatasan memiliki calon PLBN. Karena itu Pemerintah Pusat harus fokus menyelesaikan pembangunan PLBN yang telah dibangun.
“Terutama penataan ekonomi dan sosial-budaya masyarakat perbatasan,” jelasnya.
Selain membangun fisik dan SDM di perbatasan, Pemerintah Pusat diminta lebih memperhatikan keamanan perbatasan, antarlain dengan membangun sistem yang dapat melakukan pemantauan secara ketat di wilayah perbatasan, dengan harapan segala penyeludupan dapat di antisipasi dengan melibatkan segala komponen.
“Kita berharap pengawasan di perbatasan lebih diutamakan, demi keamanan. Baik itu bentuk penyelundupan barang ilegal, dan barang-barang terlarang – Narkoba,” sebutnya.
Doe I Ariz



