triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta perbankan memperluas akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pasalnya, program akselerasi penyaluran KUR menjadi satu-satunya target Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Pontianak tahun 2025 yang belum tercapai.
“Perluasan akses pembiayaan produktif menjadi kunci mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Edi saat Rapat Pleno TPAKD Kota Pontianak 2026 di Aula Sultan Syarif Abdurrahman, Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (9/7/2026).
Menurut Edi, perbankan memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan nasional, terutama melalui peningkatan inklusi keuangan sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025–2045.
Karena itu, ia meminta bank penyalur KUR lebih aktif menjangkau pelaku UMKM yang layak menerima pembiayaan, tetapi belum memiliki akses ke layanan perbankan.
“Kita perlu memastikan program-program TPAKD benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, termasuk membuka akses KUR bagi pelaku usaha yang membutuhkan,” ujarnya.
Edi menilai Roadmap TPAKD Kota Pontianak 2026–2030 dapat menjadi pijakan untuk memperluas akses keuangan sekaligus memperkuat pembiayaan sektor produktif di daerah.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Barat Rochma Hidayati mengatakan sembilan dari 10 program kerja TPAKD Kota Pontianak tahun 2025 telah mencapai, bahkan melampaui, target. Satu-satunya program yang belum memenuhi sasaran ialah akselerasi penyaluran KUR.
Dari target 5.500 debitur, realisasi penyaluran KUR baru mencapai sekitar 4.800 debitur. Artinya, masih terdapat kekurangan sekitar 700 debitur.
“Masih kurang sekitar 700 debitur,” kata Rochma.
Menurut Rochma, capaian tersebut perlu dievaluasi bersama karena berkaitan dengan sektor perbankan. OJK, pemerintah daerah, dan perbankan perlu mengidentifikasi hambatan penyaluran KUR agar target pada 2026 dapat tercapai.
“Karena ini terkait dengan perbankan, kami siap mendukung. Mari kita diskusikan apa kendalanya sehingga pada 2026 bisa kita perbaiki,” ujar Rochma.










