banner 468x60

Rakor Pendapatan Daerah se-Kalbar

  • Bagikan
banner 468x60

triggernetmedia.com – Gubernur Kalbar Sutarmidji menyatakan, banyak potensi pendapatan pemerintah daerah (Pemda), baik jenis-jenis pajak maupun retribusi yang bisa digali dan terbuka lebar untuk peningkatan income daerah.

“Masalahnya sekarang ada pada sistem penagihan dan data untuk menginventarisir jumlah yang harus dibayar,” ujarnya saat membuka secara resmi rapat koordinasi (rakor) Pendapatan Daerah se-Kalbar di Hotel Ibis Pontianak, Rabu malam (25/9).

Diakuinya, kelemahan yang sering dialami Pemda adalah persoalan ketersediaan data yang akurat.

Bahkan ditegaskannya, hampir semua daerah di Kalbar tidak mempunyai data yang akurat tentang apapun.

“Tidak sedikit perencanaan-perencanaan program yang tidak didukung data yang akurat sehingga perencanaan program itu tidak terimplementasi secara baik,” katanya.

“Sebuah program yang tidak didukung data akurat, itu tidak akan berjalan secara baik, apalagi bertahan lama,” katanya lagi.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengungkapkan, terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam rangka meningkatkan kapasitas fiskal daerah, Pemkot Pontianak telah mengembangkan inovasi Online Tax Reporting (OTR) untuk memonitor secara real-time setiap transaksi usaha wajib pajak (WP).

Baca juga  Walkot Pontianak: Jadikan Momentum HUT ke-76 RI Penyemangat Lawan Covid-19

“Walaupun saat ini baru 50 obyek pajak yang terpasang alat monitoring, baik itu mini PC, tapping box dan e-Pos, namun inovasi ini mampu memberikan keyakinan atas omzet pajak yang dilaporkan Wajib Pajak,” jelasnya.

Edi memaparkan perbandingan atas penerimaan pendapatan untuk tiga jenis obyek pajak sebelum menggunakan OTR (tahun 2018) dan setelah menggunakan OTR (tahun 2019) per bulan Agustus.

Pada tahun 2018, penerimaan pajak untuk tiga jenis obyek pajak senilai Rp21,8 miliar lebih. Sementara tahun 2019 meningkat hingga Rp23 miliar lebih.

“Dengan demikian terdapat peningkatan pendapatan sebesar 5,30 persen,” sebut Edi.

Wali Kota Pontianak itu juga mengapresiasi kehadiran Tim Koordinasi, Supervisi dan Pencegahan (Korsupgah) KPK RI di Kalbar dalam rangka intervensi area optimalisasi PAD pada pemprov, pemkab dan Pemkot.

Baca juga  Pontianak Raih 2 Penghargaan Top Digital Award 2019

“Melalui pendampingan dari KPK ini memberikan dampak positif yang efektif bagi daerah dalam mentreatmen WP atau pelaku usaha agar lebih tertib dan patuh dalam melaporkan pajaknya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Pontianak, Hendro Subekti menyatakan, Pontianak ditunjuk sebagai tuan rumah rakor Pendapatan Daerah se-Kalbar berdasarkan hasil kesepakatan bersama pada rakor serupa di Kabupaten Bengkayang tahun 2018 lalu.

“Tahun ini, tema yang diusung adalah Optimalisasi PAD,” kata dia.

 

“Pemilihan tema ini bertujuan untuk mengoptimalisasikan PAD pemerintah provinsi, kabupaten dan kota melalui sinergitas kegiatan pemungutan pajak,” kata dia lagi.

Hendro menambahkan, pada akhir rakor, akan dilakukan evaluasi rakor Pendapatan Daerah, kemudian dilanjutkan perumusan hasil rakor Pendapatan Daerah se-Kalbar tahun 2019 berupa rekomendasi dan kesepakatan bersama.

“Harapan kami rakor ini berjalan sukses dan lancar,” pungkasnya.

Jim I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *