banner 468x60

PT Well Harvest Winning Klaim Berkontribusi ke Penerimaan Negara Capai Rp 367 Miliar

  • Bagikan
Pabrik pengolahan dan pemurnian alumina PT Well Harvest Winning (WHW) yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. PT WHW sebagai Smelter Grade Alumina (SGA) refinery pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara.
banner 468x60

triggernetmedia.com – PT Well Harvest Winning (WHW) sebagai perusahaan pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara dalam pengolahan dan pemurnian (refinery) bauksit menjadi Smelter Grade Alumina (SGA) telah berhasil berkontribusi ke penerimaan negara sebesar Rp 367 miliar pada tahun 2018 hingga tahun 2019. SGA adalah bahan baku utama pembuatan aluminium.

“Pencapaian tersebut diperoleh dari penyetoran Pph (Pajak Penghasilan) dan PBB (Pajak Bumi dan Bangunan) selama tahun 2018 sebanyak Rp 291 miliar dan tahun 2019 hingga Agustus mencapai Rp 76 miliar yang berasal dari aktivitas penjualan produk alumina ke pasar domestik dan manca negara dengan rata-rata produksi kapasitas 90 ribu ton per bulan. PT WHW yang menghasilkan kadar SGA lebih kurang 98,6 persen terus mempertahankan produksi dengan target kapasitas produksi 1 juta ton per tahun,” ungkap Head of Corporate Communication PT Well Harvest Winning Alumina Refinery, Suhandi Basri.

Smelter Pengolahan dan Pemurnian bijih mineral dalam negeri dengan kadar SGA 98,6 Persen, dengan kapasitas produksi 1 juta ton pertahun.

Keberadaan PT WHW, sambungnya, menjadi strategis untuk mendukung dan menjadi wujud nyata konsep hilirisasi yang dicanangkan Pemerintah Indonesia yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 4 tahun2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yakni dengan adanya proses pengolahan dan pemurnian bijih mineral
di dalam negeri akan memberikan nilai tambah yang lebih bagi setiap mineral. Selain itu, kepastian pengolahan dan pemurnian dalam negeri, penyerapan tenaga kerja dan peningkatan pendapatan negara akan terjaga.

Baca juga  Kubu Raya Kembangkan UMKM Melalui Pasar Digital

“Dampak hilirisasi Minerba memang tidak hanya mendatangkan pemasukan bagi negara, namun juga memberikan kepastian dan dampak nyata dalam mensejahterakan dan memberdayakan putra dan putri Kalimantan Barat,” kata Suhandi Basri.

Menurutnya, PT WHW kini telah membangun smelter di Dusun Sungai Tengar, Desa Mekar Utama, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, hingga Agustus 2019 memberdayakan putra dan putri Kalimantan Barat lebih dari 2.200 orang dari total karyawan 2.286 orang.

Lebih dari 2.200 karyawan PT. Whap atau 95 persen dari 2.286 SDM merupakan Putra dan Putri dari Kalimantan Barat. Konsep Hilirisasi Minerba tersebut diklaim berdampak nyata dalam penyerapan tenaga kerja di Kalbar.

 

“Dengan demikian, maka penyerapan tenaga kerja lokal Kalimantan Barat jumlahnya lebih dari 95 persen dari total karyawan yang ada di WHW,” jelas Suhandi Basri.

 

Tentang PT WHW

PT Well Harvest Winning (WHW) merupakan perusahaan yang bergerak dalam pengolahan dan pemurnian alumina yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. PT WHW merupakan Smelter Grade Alumina (SGA) refinery pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 1 juta ton alumina per tahun. Guna menunjang operasional pabrik, PT WHW juga memiliki sejumlah fasilitas penunjang berupa Pembangkit Listrik Tenaga Uap, terminal khusus kegiatan bongkar muat berstandar internasional, dan komplek hunian karyawan berkapasitas ribuan orang.

Baca juga  Jepang Mau Evakuasi Warganya dari Indonesia karena Covid-19 Meroket, DPR: Sah-sah Saja

Dengan memiliki visi menjadi perusahaan produsen alumina dengan standar operasi kelas dunia dan kinerja tinggi, PT WHW yakin akan memberikan nilai tambah bagi Indonesia dengan bisnis yang panjang dan berkelanjutan, mengembangkan sumber daya lokal yang berkompetensi tinggi, dan perusahaan yang mengutamakan keselamatan pekerja, lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Hal tersebut sesuai dengan upaya dan mendukung konsep hilirisasi yang diamanatkan Pemerintah Indonesia melalui UU No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, yakni dengan adanya proses pengolahan dan pemurnian bijih mineral di dalam negeri yang akan memberikan nilai tambah yang berharga bagi Indonesia.

Jhon I Ariz

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *