Karolin Serahkan SK Mutasi Pembebasan, Pengangkatan Kepsek dan Guru

Trigger Netmedia - 25 Juli 2019
Karolin Serahkan SK Mutasi Pembebasan, Pengangkatan Kepsek dan Guru
Bupati Kabupaten Landak, dr. Karolin Margret Natasa (kanan). - ()

triggernetmedia.com – Bupati Landak, Karolin Margret Natasa menyerahkan Surat Keputusan (SK) mutasi, pembebasan dan pengangkatan kepala sekolah dan mutasi guru Sekolah Dasar (SD) Negeri dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Landak, Rabu (24/07/19) di Aula Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Landak.

Mutasi, Pembebasan dan pengangkatan ini merujuk dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2014 tentang pedoman pendirian, perubahan dan penutupan satuan pendidikan dasar dan menengah, serta Peraturan Bupati Landak Nomor 16 Tahun 2019 tentang penggabungan (regrouping) sekolah dasar negeri di Kabupaten Landak dan Keputusan Bupati Landak Nomor 420/117/HK-2019 tentang penggabungan (regrouping) sekolah dasar negeri di Kabupaten Landak,” ungkapnya.

Dikatakan, ada 138 tenaga pendidik yang mendapatkan mutasi, pembebasan dan pengangkatan yang terdiri dari 4 jenis kategori yakni 22 tenaga pendidik yang di mutasi, pembebasan dan pengangkatan Kepala Sekolah dan mutasi Guru SD akibat dari penggabungan (regrouping), 13 tenaga pendidik yang di mutasi, pembebasan dan pengangkatan Kepala Sekolah Dasar Negeri berdasarkan kebutuhan organisasi, 9 tenaga pendidik yang di mutasi, pembebasan dan pengagkatan Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri berdasarkan kebutuhan organisasi, dan 3 tenaga pendidik berdasarkan surat penunjukan sebagai pelaksana tugas Kepala Sekolah.

Baca juga  Guru SDN Tempurukan Korban Kecelakaan Maut di Muara Pawan

“Bahwa mutasi, pembebasan dan pengangkatan ini sudah sesuai dengan syarat yang diberikan kepada tenaga pendidik serta merupakan bentuk dari penyegaran dan pembinaan aparatur sipil negara (ASN) di bidang tenaga pendidik dengan mengikuti aturan yang berlaku di pemerintahan,” ujar Karolin.

Karolin mengstakan, dunia pendidikan di Indonesia hingga kini aturan dari pusat sering kali berubah dengan cepat, sehingga pemerintah daerah harus mengikuti. Apalagi  sumber daya manusia di Kabupaten Landak masih sangat terbatas. 

“Orang di Jakarta memutuskan berbagai aturan biasanya tidak memahami kondisi didaerah, ini yang membuat saya selakuk kepala daerah dan kepala derah yang lain mau tidak mau harus menyesuaikannya,” beber Karolin.

Karolin menyatakan pendidikan merupakan salah satu dari tolak ukur dalam penilaian yang utama pada Indeks Pembangunan Manusia (IPM) selain bidang Kesehatan, sehingga pendidikan di Kabupaten Landak juga harus cepat mengikuti perkembangn zaman dan menjadi kerja bersama.

Baca juga  DPD Perindo Melawi Optimis Menangkan Gugatan di MK

“Ini merupakan salah satu unsur keberhasilan yang tertuang dalam indikator kinerja utama yakni indeks pendidikan, karena pendidikan menjadi salah satu elemen dalam pembangunan manusia dan sebagai sarana untuk menigkatkan kualitas dan  mutu setiap pendidikan sehinga pencapaian tersebut menjadi tugas bersama terutama dijajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan  termasuk Kepala Sekolah dan Guru,” kata dia.

Terhadap tenaga pendidik yang telah di mutasi, pembebasan dan pengangkatan sebagai kepala sekolah dan guru diminta dapat bekerja secara profesioanal dan maksimal dalam membangun pendidikan di Kabupaten Landak.

”Mari kita kesampingkan kepentingan pribadi dan ego-ego kita dan kita pikirkan kedepan bagaimana Landak dapat besaing dibidang pendidikan di tingkat Provinsi Kalimantan Barat dan Indonesia. Karena saya berkeyakinan para tenaga pendidik di Kabupaten Landak mempunyai kemampuan untuk membangun pendidikan yang lebih baik di Kabupaten Landak,” kata dia lagi.

Pewarta : Ariz

Editor : Ariz

Tinggalkan Komentar

Streaming

Close Ads X