triggernetmedia.com – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, mendampingi Laksamana TNI Yudo Margono dalam kunjungan untuk mengevaluasi situasi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di Kabupaten Mempawah.
Delegasi tersebut mengunjungi area yang terkena kebakaran di Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, setelah terlebih dahulu memeriksa Posko Terpadu Karhutla di Desa Anjungan Dalam, Kecamatan Anjongan.
Pemaparan mengenai kondisi terkini disampaikan oleh Letnan Kolonel Inf Daru Cahyo Alam, komandan Dandim 1201/Mph, dengan didampingi Kepala Kepolisian AKBP Sudarsono dari Mempawah.
Selanjutnya, tim bergerak ke lokasi kebakaran hutan dan lahan dengan menggunakan sepeda motor trail. Personel gabungan dari TNI-Polri, Dinas Pemadam Kebakaran, Manggala Agni, dan BPBD Mempawah terlihat bekerja keras untuk memadamkan api yang meluas.
Pada kesempatan ini, Laksamana TNI Yudo Margono menyatakan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, personel pemadam di lapangan menghadapi tantangan dan keterbatasan, terutama dalam hal peralatan yang diperlukan untuk memerangi api.
“Saya akan merumuskan rencana lebih lanjut tentang bagaimana meningkatkan kapasitas operasional pasukan kami di daerah ini untuk efektif membantu mengatasi masalah Karhutla ini,” katanya.
Hambatan lain yang diangkat adalah kesulitan dalam memperoleh sumber air untuk memadamkan api. Hal ini sejalan dengan pernyataan Gubernur Sutarmidji baru-baru ini, yang mengaitkan tantangan ini dengan dampak El Niño dan musim kemarau yang berlangsung.
“Selama musim kemarau ini, personel kami di lapangan harus membangun waduk dan menggunakan selang yang panjang untuk mengangkut air ke area yang terkena kebakaran. Mengambil contoh Kalimantan Barat, yang saat ini aktif dalam memadamkan Karhutla, hal ini menggambarkan situasinya,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Harisson sependapat dengan pernyataan Laksamana TNI dan Gubernur Kalimantan Barat.
“Kami telah melakukan segala upaya, mulai dari kesiapsiagaan personel hingga berkoordinasi dengan para pemangku kepentingan untuk mengoptimalkan Teknologi Modifikasi Cuaca. Selain itu, kami terus mengingatkan masyarakat untuk tidak sembarangan membuang puntung rokok dan menghindari pembakaran lahan yang tidak bertanggung jawab,” ujarnya.
Setelah kunjungan ke lokasi, delegasi kembali ke Lanud Supadio dan meninjau Posko Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) di Skuadron Wings 7 Lanud Supadio.
sumber berita: adpim










