triggernetmedia.com – Gubernur Sutarmidji bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-78, Kamis (17/8).
Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Gubernur Ria Norsan, Sekretaris Provinsi Harisson, serta berbagai pejabat tinggi termasuk perwakilan militer dan polisi, Konsul Malaysia, kepala departemen pemerintahan di dalam provinsi Kalimantan Barat, serta perwakilan dari berbagai organisasi veteran dan masyarakat.
Salah satu aspek yang sangat penting dari upacara tersebut adalah kehadiran 28 individu luar biasa yang mewakili semua kabupaten dan kota di Kalimantan Barat.
Para individu muda ini membentuk Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra) dan didampingi oleh 45 anggota penjaga yang terdiri dari personel TNI-POLRI di bawah komando Komandan Parade, Letkol Kamto Adi Saputra.
Kehormatan membawa bendera nasional diberikan kepada Selvia Febriani dari Pontianak, sementara tugas mengibarkan bendera dilakukan oleh Hosea Liusa Tri Setiawan dari Sekadau, Michael Rick dari Singkawang, dan Dede Arsuni Boni Laly juga dari Sekadau.
Upacara berlanjut dengan momen keheningan, diikuti dengan pembacaan teks Pancasila oleh Inspektur Upacara, pembacaan Undang-Undang Dasar 1945 oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi, M Kebing L, dan diakhiri dengan doa yang dipimpin oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, Muhajirin Yanis.
Selama upacara, terjadi insiden menarik di mana Sutarmidji mengundang Ria Norsan untuk bergabung dengannya di atas podium.
Tindakan ini memiliki makna khusus karena menandai kesempatan terakhir mereka memimpin upacara sakral ini bersama. Pada tanggal 5 September 2023, baik Gubernur Sutarmidji maupun Wakil Gubernur Ria Norsan akan mengakhiri masa jabatan mereka.

“Kami berharap siapapun yang menjadi PJ Gubernur dan Gubernur yang akan datang, sebetulnya tinggal meneruskan apa yang sudah kita capai, dilihat dari Progres yang dinilai dari pemerintah Pusat,” ungkap Sutarmidji.
Ia menekankan prestasi yang telah mereka capai, seperti Program Desa Mandiri yang berhasil mengubah 912 desa tertinggal menjadi masyarakat mandiri. Ia juga menyebutkan keberhasilan mereka dalam Pemerintahan Elektronik, Indeks Daya Saing Berkelanjutan, dan inisiatif Anti-Korupsi.
“Untuk diketahui, kami tidak meninggalkan defisit anggaran, bahkan SILPA kita kemaren 712 miliar itu artinya capaian over target bukan tidak bisa menyerap, sedangkan serapan kita terbaik nomor empat Se-Indonesia di tahun 2022 dan Pendapatan serta belanja kita juga sama-sama nomor 4 terbaik, termasuk juga Perencanaan kita yang sangat bagus”ujarnya.
Ia mendorong administrasi masa depan untuk melanjutkan inisiatif-inisiatif ini dan membuat perubahan yang bertanggung jawab jika diperlukan. Ia menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur dan menjaga disiplin fiskal.
Mengenai masalah kebakaran hutan dan lahan, Gubernur Sutarmidji menekankan upaya berkelanjutan dalam mengatasi kebakaran hutan melalui berbagai cara termasuk penambahan sumber daya pemadam kebakaran, modifikasi cuaca, dan keterlibatan masyarakat.
Tentang masalah keamanan pangan, ia mengakui bahwa Kalimantan Barat menghadapi tantangan dalam produksi beras dan mendorong upaya berkelanjutan untuk meningkatkan produktivitas dan mengurangi ketergantungan pada pasokan beras eksternal.
Seiring berakhirnya masa jabatan mereka, Gubernur Sutarmidji dan Wakil Gubernur Ria Norsan, yang merupakan kandidat non-partai politik, menyatakan komitmen mereka terhadap kemajuan berkelanjutan daerah dan mengajak kepemimpinan masa depan untuk menjaga kebijakan yang telah terbentuk dan memprioritaskan pemerintahan berdasarkan aturan.
“Selama lima tahun Kami berdua memimpin Kalbar kondusif, dan Saya berpesan dengan jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, laksanakan tugas-tugas seperti yang sekarang, karena sekarang ini sudah bagus, kami menempatkan Pegawai itu sangat percaya pada hasil seleksi dan sudah sesuai aturan,” tutupnya.
sumber berita: Adpim



