triggernetmedia.com – Gema Sejiwa (Gerakan Bersama Sehatkan Jiwa) UPT Puskesmas Siantan Hilir berhasil meningkatkan pelayanan kesehatan jiwa masyarakat, dari target 64 orang ODGJ, 54 di antaranya sudah dilayani, yang sebelumnya hanya 41 orang di tahun 2022.
Isu kesehatan jiwa masih menjadi hal tabu di masyarakat, sebagian besar pasien dan keluarga memilih tidak memeriksakan diri lantaran malu.
Karena itu, inovasi ini muncul dengan tidak hanya melakukan pelayanan di puskesmas, tapi juga di rumah pasien.
“Karena masih banyak masyarakat yang merasa malu membawa pasien berobat, tahun 2022 kami membentuk Kader Tanggap Jiwa (KETAWA) yang membantu petugas dalam memberikan informasi dan edukasi dengan pembinaan langsung dari dokter,” terang inovator Gema Sejiwa Puskesmas Siantan Hilir, Littha Oktariany Bramd, Senin (3/7).
Tak hanya Kader Tanggap Jiwa, mereka juga menginisiasi Pos Jiwa Terpadu (Posjitu) yang diselenggarakan berpindah-pindah, dengan tujuannya mendekatkan layanan dan menghilangkan kesan malu berobat.
“Kami membuat booklet Jiwa agar pasien berobat dengan teratur, petugas juga melakukan kunjungan ke rumah orang dengan gangguan jiwa untuk memberikan edukasi kepada keluarga dan memantau minum obat supaya teratur,” jelasnya.
Dalam gerak di lapangan, Puskesmas Siantan Hilir juga bekerja sama dengan Camat, Bhabinsa, Bhabinkantibmas, RT/RW dan Dinas Sosial Kota Pontianak.
“Jejaring ini memudahkan koordinasi dan tindakan di lapangan, selain itu Gema Sejiwa juga bergerak ke sekolah dan pesantren untuk melakukan screening kesehatan jiwa,” tutupnya.











