triggernetmedia.com – Wakil Wali Kota Pontianak, yang juga Ketua TPPS Kota Pontianak, Bahasan, mengikuti Temu Kerja Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) seluruh Indonesia, di Wyndham Opi Hotel Palembang, Sumatera Selatan, Senin (3/7).
Evaluasi itu membahas sejumlah persoalan, salah satunya upaya perbaikan delapan aksi konvergensi stunting di Kota Pontianak serta pengawasannya di lapangan oleh TPPS Kota Pontianak.
Nantinya ia akan mengumpulkan seluruh tim penurunan stunting di Kota Pontianak untuk memastikan aksi konvergensi dilaksanakan secara bahu-membahu.
Konvergensi dikatakannya harus dimulai dari TPPS tingkat kelurahan karena mereka yang memahami situasi kondisi masyarakat sekitar, dan harus memiliki data yang valid dan akurat.
Pemkot Pontianak lewat TPPS terus memastikan semua aksi konvergensi terpenuhi pada tahun 2024, dan menargetkan penurunan angka stunting secara efektif menjadi 14 persen sesuai arahan pemerintah pusat.
Tahun 2022, TPPS Pemkot Pontianak bisa menurunkan angka stunting sebesar 4,7 persen, tahun ini dan tahun depan TPPS optimis bisa mencapai target nasional dengan penurunan sebesar 5 persen.
“Harapan kita bersama semoga Pontianak bisa zero stunting,” ungkapnya yang juga didampingi Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak Multi Juto Bhatarendro.
Selain memastikan kesiapan tim di lapangan, Bahasan juga akan melakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat tentang pentingnya melakukan aksi konvergensi mandiri, Ia mengajak masyarakat Kota Pontianak untuk merubah pola hidup, mulai dari pola pikir sampai pola makan.
“Kita mulai dari pencegahan terlebih dahulu, yaitu memberikan edukasi kepada calon pengantin, kita sosialisasikan juga kepada ibu hamil. Biasanya faktor stunting ini karena orang tua yang sengaja mengabaikan gizi anaknya,” tutupnya.
sumber berita: kominfo/prokopim











