Trigger Netmedia
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan
No Result
View All Result
Trigger Netmedia
No Result
View All Result
Home Nasional

Kritik Penanganan Demo 28 Oktober, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Gejolak Sosial

Fungsi Pengawasan DPR Dinilai Melemah

TriggerNetMedia by TriggerNetMedia
29 Oktober 2026
in Headline, Nasional, News, Sorotan, Sospolhukam
0
Kritik Penanganan Demo 28 Oktober, Pengamat UGM Ingatkan Risiko Gejolak Sosial

Massa dari berbagai elemen Mahasiswa dan masyarakat saat melakukan aksi unjuk rasa di Kawasan Bundaran HI, Jakarta, Rabu (28/10/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

triggernetmedia.com – Kombinasi melemahnya fungsi pengawasan parlemen dan dugaan tindakan represif aparat dalam menangani gelombang unjuk rasa pada momentum Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, dinilai dapat menjadi preseden buruk bagi demokrasi Indonesia. Kondisi tersebut juga berpotensi memicu aksi massa yang lebih besar apabila pemerintah tidak merespons aspirasi masyarakat secara terbuka.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada (UGM), Agustinus Subarsono, menilai dominasi partai koalisi pendukung pemerintah di DPR membuat fungsi pengawasan legislatif tidak berjalan optimal. Akibatnya, masyarakat dinilai semakin sulit menyalurkan aspirasi melalui jalur formal.

Menurut Subarsono, kekecewaan publik terhadap sejumlah kebijakan pemerintah, mulai dari penggunaan anggaran negara hingga penanganan bencana ekologis, berisiko mendorong masyarakat menjadikan demonstrasi sebagai saluran utama untuk menyampaikan tuntutan.

“Ketika rakyat sudah tidak bisa berharap dengan lembaga formal DPR, karena sebagian besar anggota DPR berasal dari parpol koalisi Merah Putih, maka potensi demo yang semakin besar akan terulang,” kata Subarsono kepada Suara.com, Kamis (29/10/2026).

Ia juga menyoroti pendekatan pemerintah dalam merespons demonstrasi. Alih-alih membuka ruang dialog dan negosiasi dengan masyarakat, penanganan aksi di sejumlah kota besar, termasuk Jakarta, Bandung, dan Yogyakarta, disebutnya diwarnai dugaan tindakan represif aparat.

“Dari sisi demokrasi yang mencakup kebebasan bersuara dan berpendapat, apakah akan lebih baik, saya tidak yakin betul karena penanganan para demonstran 28 Oktober 2026 cenderung ke arah represif baik di Jakarta maupun di Yogyakarta,” tuturnya.

Subarsono menilai, respons yang cenderung defensif terhadap kritik dapat memperlebar jarak antara pemerintah dan masyarakat. Ia juga mengingatkan agar pejabat publik tidak terburu-buru menuding gerakan masyarakat sipil ditunggangi pihak asing tanpa dasar yang jelas.

Menurut dia, pemerintah perlu memahami bahwa demonstrasi merupakan salah satu bentuk penyampaian aspirasi dalam kehidupan demokrasi. Karena itu, massa aksi semestinya tidak diperlakukan sebagai musuh, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang suaranya perlu didengar.

“Pemerintah wajib mendengarkan suara rakyat, jangan asal membantah dan menuduh ditunggangi asing dan jangan menganggap demonstran sebagai musuh,” tandasnya.

Ia turut menyoroti belum adanya respons yang dinilainya memadai terhadap lima tuntutan utama massa aksi. Salah satu persoalan yang menjadi perhatian ialah alokasi anggaran untuk program prioritas pemerintah, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), yang dikritik karena dinilai berpotensi membebani anggaran negara.

Subarsono mengingatkan, pengabaian terhadap tuntutan tersebut dapat memengaruhi tingkat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah sekaligus meningkatkan tekanan politik terhadap DPR agar menjalankan fungsi pengawasan secara lebih kuat.

“Dari sisi politik, akan menurunkan kepercayaan politik pada penguasa, dan bisa juga akan meningkatkan tekanan politik pada DPR untuk memperjuangkan tuntutan mereka dan lebih mengawasi program pemerintah agar terhindar dari pemborosan sumber daya ekonomi,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menilai pemerintah perlu menjadikan demonstrasi sebagai bahan evaluasi terhadap kebijakan dan tata kelola pemerintahan. Jika kritik terus direspons dengan pendekatan represif dan ruang dialog tidak dibuka, potensi konflik politik serta gejolak sosial dikhawatirkan meningkat dan berdampak pada ketidakpastian ekonomi.

“Terakhir, jangan lukai batin masyarakat kalau tidak mau mengambil risiko politik, ekonomi, dan sosial yang terlalu besar,” pungkasnya.

About Author

TriggerNetMedia

See author's posts

Tags: #UGMAgustinus Subarsonodemonstrasi 28 Oktober 2026DPRKDMPkebebasan berpendapatkepercayaan publikMBGSumpah Pemudatindakan represif
Previous Post

Jaksa Ungkap Kode RAMA untuk Setoran Rp40 Juta per Minggu kepada Menteri dalam Kasus Imigrasi

Next Post

TNI Turut Amankan Aksi di Bundaran HI, DPR Soroti Prosedur Pelibatan

TriggerNetMedia

TriggerNetMedia

Next Post
Komisi I DPR Duga Ada Kesalahan Predisi Peledakan Amunisi Kadaluarsa di Garut

TNI Turut Amankan Aksi di Bundaran HI, DPR Soroti Prosedur Pelibatan

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

AKI dan AKB Masih Tinggi, Indonesia Terpaut Jauh dari Target SDGs

16 Juli 2025
Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

Jabat Dewan Syuro, Anggota Komisi Fatwa MUI Berperan Beri Masukan dan Nasihat ke JI

17 November 2021
Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

Kronologi Polemik Ijazah Jokowi: Dari Gugatan Hukum hingga Drama Politik

18 Juli 2025
Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

Honda Civic Genio, Mobil Legendaris dengan Kelebihan dan Kekurangan

3 April 2024
Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

Bandara Rahadi Oesman Ketapang Hentikan Sementara Layanan Penerbangan Komersial

0
2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

2 Hari Hilang, Nelayan Tewas Mengambang di Pantai Cipalawah Garut

0
14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

0
Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

Prabowo Resmikan Kantor DPD Gerindra di Banten

0
BKSAP DPR Bahas Isu HAM dan Konflik Global Bersama Parlemen Eropa

BKSAP DPR Bahas Isu HAM dan Konflik Global Bersama Parlemen Eropa

30 Oktober 2026
Prabowo Terima Tim Perumus RUU Satu Data Indonesia di Istana

Prabowo Terima Tim Perumus RUU Satu Data Indonesia di Istana

30 Oktober 2026
Pascakericuhan Demo Malioboro, LBH Yogyakarta Catat 26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya

Pascakericuhan Demo Malioboro, LBH Yogyakarta Catat 26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya

30 Oktober 2026
Diteriaki ‘Bohong’ Mahasiswa Trisakti, Stafsus Mensesneg Janji Warga Terdampak Karhutla Berobat Gratis

Diteriaki ‘Bohong’ Mahasiswa Trisakti, Stafsus Mensesneg Janji Warga Terdampak Karhutla Berobat Gratis

30 Oktober 2026

Recent News

BKSAP DPR Bahas Isu HAM dan Konflik Global Bersama Parlemen Eropa

BKSAP DPR Bahas Isu HAM dan Konflik Global Bersama Parlemen Eropa

30 Oktober 2026
Prabowo Terima Tim Perumus RUU Satu Data Indonesia di Istana

Prabowo Terima Tim Perumus RUU Satu Data Indonesia di Istana

30 Oktober 2026
Pascakericuhan Demo Malioboro, LBH Yogyakarta Catat 26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya

Pascakericuhan Demo Malioboro, LBH Yogyakarta Catat 26 Orang Belum Diketahui Keberadaannya

30 Oktober 2026
Diteriaki ‘Bohong’ Mahasiswa Trisakti, Stafsus Mensesneg Janji Warga Terdampak Karhutla Berobat Gratis

Diteriaki ‘Bohong’ Mahasiswa Trisakti, Stafsus Mensesneg Janji Warga Terdampak Karhutla Berobat Gratis

30 Oktober 2026
  • Kode Etik
  • Kode Prilaku Perusahaan Pers
  • Tentang Kami
  • Redaksi

© 2026 triggernetmedia development

No Result
View All Result
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Sospolhukam
    • Metropolitan
    • Nasional
    • Internasional
  • Kalbar
    • Pontianak
    • Kayong Utara
    • Ketapang
    • Kubu Raya
    • Kapuas Raya
    • Landak
    • Mempawah
    • Sanggau
    • SingBeBas
    • Kapuas Hulu
  • Ekonomi
    • Keuangan
    • Bisnis
    • Industri
    • Makro
    • IHSG
    • Fintech
  • Edutaiment
    • Literasi
    • Edukasi
    • Budaya
    • Gadgets
    • IT
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Kabar Arena
    • Otomotif
  • Infotainment
    • Selebritis
    • Film
    • Music
    • Zodiak
    • Comunity
    • Kekinian
    • Fashion
    • Milenial
  • Kuliner
    • Food
    • Pesona Dunia
    • Pesona Nusantara
  • Pariwara
    • Videotron
    • Foto
    • Kanal Iklan

© 2026 triggernetmedia development