triggernetmedia.com – Penyelesaian konflik internasional melalui jalur dialog dan diplomasi menjadi salah satu perhatian dalam pertemuan Badan Kerja Sama Antar-Parlemen (BKSAP) DPR RI dengan Delegasi Subkomite Hak Asasi Manusia (HAM) Parlemen Eropa. Pertemuan bertajuk Friendly Talk tersebut berlangsung di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara III, DPR RI, Kamis (29/10/2026).
Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni yang memimpin pertemuan mengatakan, delegasi Parlemen Eropa ingin mengetahui pandangan Indonesia terhadap sejumlah persoalan dunia, khususnya yang berkaitan dengan perlindungan HAM.
Diskusi tersebut juga dihadiri Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Uni Eropa, Kurniasih Mufidayati. Adapun delegasi Parlemen Eropa dipimpin Ketua Subkomite HAM Mounir Satouri.
Sahroni mengungkapkan, pembahasan berlangsung cukup baik meskipun waktu pertemuan terbatas. Sejumlah pertanyaan dari delegasi Eropa berfokus pada sikap parlemen Indonesia dalam menyikapi berbagai persoalan global.
“Diskusi tadi sangat baik meskipun waktunya cukup terbatas. Mereka banyak bertanya mengenai bagaimana sikap parlemen Indonesia terhadap berbagai persoalan besar di dunia, khususnya terkait isu hak asasi manusia,” ujar Sahroni.
Konflik Rusia dan Ukraina menjadi salah satu isu yang dibahas dalam pertemuan tersebut. Sahroni menyebut delegasi Parlemen Eropa mengharapkan Indonesia tetap berperan dalam mendukung penyelesaian konflik dengan menjunjung nilai-nilai kemanusiaan.
Menanggapi harapan tersebut, Sahroni menegaskan pentingnya menjaga konsistensi sikap Indonesia dalam mendorong perdamaian. Ia berharap peperangan segera dihentikan agar tidak semakin banyak masyarakat yang kehilangan nyawa akibat konflik.
“Mudah-mudahan pemerintah kita tetap menjaga soliditas sikapnya, dan kita semua berharap perang ini segera berakhir agar tidak ada lagi nyawa yang hilang akibat peperangan,” kata politikus Fraksi Partai NasDem itu.
Lebih lanjut, Sahroni mengingatkan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan kesungguhan dan komitmen bersama dari para pemimpin dunia. Menurutnya, upaya diplomasi harus terus diperkuat agar persoalan internasional dapat diselesaikan tanpa menambah penderitaan masyarakat.
“Saya menyampaikan bahwa para pemimpin dunia harus bersatu untuk menyelesaikan persoalan perang dengan sungguh-sungguh sehingga tidak ada lagi manusia yang meninggal sia-sia akibat konflik,” pungkasnya.
Selain membahas konflik global, pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi dan hubungan kelembagaan antara DPR RI dan Parlemen Eropa. Kedua pihak juga bertukar pandangan mengenai isu HAM, demokrasi, serta tantangan internasional yang membutuhkan kolaborasi lintas negara.










