triggernetmedia.com – Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia mencatat kenaikan produksi pertanian tertinggi kedua di dunia. Posisi tersebut berada di bawah Brasil sebagai negara dengan peningkatan produksi pertanian tertinggi.
Hal itu disampaikan Amran di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (17/8/2026). Ia mengapresiasi kerja keras seluruh pihak yang dinilai berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan nasional.
“Sekarang kenaikan produksi kita di tingkat dunia nomor dua, nomor satu Brazil kenaikannya, nomor dua Indonesia. Ini kerja keras Bapak sekalian,” ujar Amran.
Produksi Beras Indonesia Terus Meningkat
Amran mengatakan peningkatan produksi beras Indonesia mendapat perhatian dari Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Berdasarkan data FAO yang dipublikasikan pada 2026, produksi beras Indonesia diproyeksikan mencapai sekitar 38,6 juta ton pada 2026/2027.
Dengan capaian tersebut, Indonesia disebut menjadi produsen beras terbesar keempat di dunia.
Peningkatan produksi juga dinilai mulai memperkuat ketahanan pangan nasional. Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri, tetapi kembali memiliki peluang untuk masuk ke pasar ekspor beras.
Pemerintah menargetkan ekspor awal sebanyak 1.000 ton beras pada pekan ini. Potensi ekspor tersebut masih dapat berkembang hingga sekitar 200.000 ton, bahkan berpeluang mencapai 1 juta ton.
“Insyaallah kita akan ekspor target kita pertama insyaallah minggu ini 1.000 ton dan peluangnya adalah 200.000 ton bahkan bisa sampai satu juta ton,” kata Amran.
Kesejahteraan Petani Ikut Membaik
Menurut Amran, peningkatan produksi pangan nasional juga diikuti dengan membaiknya indikator kesejahteraan petani.
Ia menyebut tingkat kesejahteraan petani saat ini berada pada level tertinggi dalam 34 tahun. Sementara itu, Nilai Tukar Petani (NTP) diklaim berada pada level tertinggi dalam 25 tahun.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perkembangan positif, pemerintah masih menghadapi pekerjaan rumah untuk memperkuat swasembada pangan.
Tiga komoditas yang masih menjadi perhatian utama adalah bawang putih, daging, dan kedelai. Pemerintah menargetkan peningkatan produksi ketiga komoditas tersebut dapat dikejar dalam tiga hingga lima tahun mendatang.
Amran optimistis target tersebut dapat diwujudkan melalui kolaborasi pemerintah, petani, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan sektor pangan.
“Kami yakin kalau kita kolaborasi, kita kompak, pasti ini bisa kita capai. Moga-moga 3 sampai 5 tahun ini bisa jadi kenyataan,” pungkasnya.











