triggernetmedia.com – Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menegaskan pentingnya investasi sumber daya manusia (SDM) sebagai fondasi utama dalam mempercepat pembangunan daerah. Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan II sekaligus meluncurkan Corporate University (CorpU) di Aula Garuda Kantor Gubernur Kalbar, Selasa (18/8/2026).
Menurut Ria Norsan, pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas aparatur. Infrastruktur yang baik dinilai tidak akan memberikan dampak maksimal jika tidak didukung SDM yang kompeten, profesional, dan mampu beradaptasi dengan perubahan.
Ia menilai keberhasilan program pemerintah pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya.
“Kalau diklat kepemimpinan kita adakan, tetapi sumber daya manusianya tidak hebat, maka tidak akan ada perubahan. Artinya kita hanya habis biaya, tetapi tidak menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Belajar dari Singapura
Ria Norsan mencontohkan Singapura sebagai negara yang mampu berkembang meski memiliki keterbatasan sumber daya alam. Menurutnya, salah satu faktor utama yang menopang kemajuan negara tersebut adalah investasi yang konsisten terhadap pendidikan dan pengembangan SDM.
“Singapura tidak memiliki sumber daya alam, tetapi maju karena SDM-nya hebat,” ujarnya.
Ia pun mengungkapkan sejumlah program peningkatan kompetensi yang pernah dikembangkan ketika memimpin Kabupaten Mempawah. Di antaranya pembangunan Sekolah Regional IPDN, Balai Latihan Kerja melalui kerja sama dengan Kementerian Perhubungan, hingga program hospital-based di RSUD dr. Soedarso Pontianak.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses peningkatan kompetensi bagi masyarakat dan tenaga profesional di daerah.
PKN Didorong Hasilkan Perubahan
Kepada peserta PKN Tingkat II, Ria Norsan meminta ilmu dan pengalaman selama pelatihan diterapkan dalam pekerjaan. Ia berharap para peserta mampu melahirkan inovasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jadilah pemimpin yang membawa pembaruan, bukan sekadar menjalankan rutinitas. Dengan sarana yang ada saat ini, mari kita dorong birokrasi Kalbar yang semakin melayani dan berprestasi,” katanya.
Menurutnya, peluncuran CorpU menjadi langkah strategis untuk membangun budaya belajar di lingkungan pemerintahan secara berkelanjutan.
Kepala LAN RI Muhammad Taufiq turut mengapresiasi langkah Pemprov Kalbar tersebut. Ia menilai pengembangan kompetensi aparatur merupakan bentuk investasi jangka panjang yang penting bagi kemajuan pemerintahan.
Ia mengingatkan ASN agar tidak berhenti pada penguasaan pengetahuan, tetapi terus meningkatkan kemampuan melalui reskilling dan upskilling. Perubahan teknologi dan dunia kerja yang berlangsung cepat menuntut aparatur untuk terus belajar.
Sementara itu, Plt. Kepala BPSDM Kemendagri Andi Ony Prihartono menekankan perlunya birokrasi beradaptasi dengan perubahan jenis pekerjaan dan perkembangan teknologi.
Dengan PKN Tingkat II dan CorpU, Pemprov Kalbar diharapkan mampu membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong lahirnya aparatur profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik.










