triggernetmedia.com – Kementerian Pertahanan akan menempatkan lima taruna di setiap Sekolah Rakyat mulai Agustus 2026. Penugasan tersebut bertujuan mendukung pembentukan karakter, kedisiplinan, dan kerapian siswa.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono mengatakan kebijakan itu merupakan hasil koordinasi lintas kementerian yang dipimpin Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.
“Presiden memberikan perhatian khusus terhadap pembentukan karakter siswa Sekolah Rakyat,” kata Agus dalam keterangan tertulis, Jumat, 26 Juni 2026.
Menurut Agus, sekitar 1.000 taruna akan diterjunkan ke Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah dimulai pada 14 Juli 2026. Masa penugasan diperkirakan berlangsung selama satu pekan.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf meminta seluruh satuan kerja memastikan kesiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Persiapan tersebut meliputi penyelesaian sarana dan prasarana, distribusi perlengkapan sekolah, kesiapan guru dan tenaga kependidikan, serta dukungan anggaran.
Gus Ipul juga menekankan agar kegiatan MPLS dilaksanakan secara edukatif, ramah anak, dan bebas dari kekerasan.
Menurut dia, banyak calon siswa Sekolah Rakyat berasal dari kelompok masyarakat rentan sehingga memerlukan pendekatan yang humanis dalam proses pengenalan lingkungan sekolah.
Kementerian Sosial menargetkan seluruh Sekolah Rakyat siap melaksanakan MPLS secara serentak pada 14 Juli 2026 sebagai awal penyelenggaraan tahun ajaran 2026/2027.

