triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menargetkan 95 persen sarana dan prasarana sekolah negeri di Kota Pontianak berada dalam kondisi baik dan representatif pada 2029.
Target tersebut disampaikan saat peresmian revitalisasi gedung sekolah se-Kota Pontianak di SD Negeri 05 Pontianak Timur, Kamis, 25 Juni 2026.
Menurut Edi, pemerintah kota setiap tahun mengalokasikan anggaran lebih dari Rp100 miliar untuk rehabilitasi sekolah dan pembangunan unit sekolah baru. Langkah itu dilakukan karena sebagian sekolah dasar di Pontianak merupakan bangunan peninggalan program Inpres yang memerlukan perbaikan bertahap.
Pada 2025, sebanyak 15 satuan pendidikan di Kota Pontianak menerima program revitalisasi dari pemerintah pusat. Program itu berlanjut pada 2026 dengan menjangkau 12 satuan pendidikan tambahan.
“Jadi totalnya 27 satuan pendidikan,” kata Edi.
Meski fasilitas pendidikan terus ditingkatkan, Pemerintah Kota Pontianak masih menghadapi persoalan daya tampung sekolah dasar. Jumlah siswa SD tercatat 12.071 orang, sedangkan kapasitas yang tersedia hanya 11.779 kursi.
Untuk mengatasi persoalan tersebut, pemerintah memberikan bantuan hibah kepada sekolah swasta dan madrasah serta menyiapkan lahan untuk pengembangan fasilitas pendidikan baru.
Kepala SDN 05 Pontianak Timur Bona Ventura mengatakan revitalisasi sekolah membawa perubahan signifikan terhadap kenyamanan belajar siswa dan kinerja guru.
Sebelum direvitalisasi, kondisi ruang belajar dinilai belum sepenuhnya mendukung penerapan Kurikulum Merdeka. Setelah perbaikan dilakukan, siswa menjadi lebih nyaman dan antusias mengikuti pembelajaran.
Sementara itu, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyatakan revitalisasi sekolah merupakan bagian dari program prioritas pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional.
“Revitalisasi ini bukan tujuan, tetapi bagian dari usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan sumber daya manusia,” ujarnya.
Pemerintah menargetkan revitalisasi 17.744 satuan pendidikan pada 2026 setelah mendapat tambahan program pembangunan dari Presiden Prabowo Subianto.

