triggernetmedia.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi keluhan masyarakat terkait kesulitan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) Tahun Pajak 2025 melalui platform Coretax.
Purbaya mengakui sistem yang dikelola Direktorat Jenderal Pajak (DJP) tersebut masih mengalami kendala, salah satunya sering keluar saat pengguna mengisi data.
“Coretax ini agak aneh. Saya sudah melakukan investigasi, kadang prosesnya berputar-putar, lalu tiba-tiba keluar,” ujar Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (26/3/2026).
Ia menduga terdapat penggunaan layanan dari pihak tertentu dalam sistem Coretax, meskipun sebelumnya telah diarahkan untuk tidak lagi menggunakan layanan tersebut.
Purbaya menyatakan akan menelusuri pihak yang terlibat dalam dugaan tersebut.
“Saya sudah minta untuk diganti. Nanti akan kami investigasi siapa yang terlibat,” katanya.
Selain itu, ia menilai permasalahan Coretax juga disebabkan oleh desain sistem yang kurang optimal, sehingga menyulitkan akses bagi pengguna.
“Pertama, desainnya memang kurang baik. Kedua, ada hal lain yang sedang kami dalami,” ujarnya.
Ia juga mengungkap adanya indikasi bahwa Coretax dapat diakses lebih cepat melalui layanan tertentu, sehingga menimbulkan dugaan adanya ketidakwajaran dalam sistem.
“Kalau menggunakan layanan tertentu, aksesnya lebih cepat. Ini yang sedang kami pelajari,” kata Purbaya.
Ia memastikan pemerintah akan segera melakukan perbaikan terhadap sistem Coretax setelah proses evaluasi dan investigasi selesai.
“Kami akan bereskan. Memang dari awal desainnya perlu diperbaiki,” ujarnya.




