triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak menetapkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan peningkatan pelayanan publik sebagai arah utama pembangunan tahun 2027. Fokus tersebut dirumuskan setelah evaluasi program pembangunan dua tahun terakhir.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pembangunan tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus berdampak pada penciptaan lapangan kerja, pengurangan kesenjangan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.
“Infrastruktur tetap menjadi prioritas, mulai dari jalan, drainase, hingga pengelolaan air limbah dan persampahan,” kata Edi dalam Forum Konsultasi Publik penyusunan RKPD 2027, Kamis (29/1/2026).
Selain infrastruktur dasar, pemerintah kota juga melanjutkan program SPALD, peningkatan layanan air bersih, serta rehabilitasi dan pembangunan fasilitas pendidikan dari PAUD hingga SMP. Pemkot juga memetakan kebutuhan sekolah baru, terutama di wilayah timur dan barat kota.
Di sektor kesehatan, Pemkot menargetkan peningkatan layanan rumah sakit daerah, perbaikan Puskesmas, serta memperluas kemitraan dengan rumah sakit swasta untuk pelayanan peserta BPJS.
Meski mencatat sejumlah capaian positif, Edi mengakui masih terdapat tantangan serius, terutama keterbatasan fiskal dan tingginya tingkat pengangguran terbuka yang mencapai 7,91 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata provinsi dan nasional.
“Kita juga harus bersiap dengan kemungkinan penyesuaian anggaran dari pusat. Karena itu, strategi pembangunan harus semakin tepat sasaran,” ujarnya.
Data Pemkot menunjukkan IPM Kota Pontianak sudah mencapai 82,80, angka kemiskinan turun menjadi 4 persen, dan inflasi berada di level 1,5 persen. Namun, Edi menilai capaian tersebut harus diikuti dengan penciptaan lapangan kerja yang lebih luas agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat.
Ia berharap forum konsultasi publik dapat menyerap masukan pemangku kepentingan untuk merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi dan sosial.




