triggernetmedia.com – Stand Kota Pontianak menjadi salah satu daya tarik di arena Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-34 Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara. Tidak hanya menampilkan identitas budaya Melayu, stand tersebut juga menjadi etalase promosi produk unggulan UMKM dan ekonomi kreatif Kota Pontianak.
Didominasi warna hijau dan kuning serta dihiasi ornamen khas Melayu, stand Pontianak tampil menyerupai gerbang yang menyambut pengunjung. Konsep tersebut mencerminkan karakter Kota Pontianak yang terbuka, berbudaya, dan terus berkembang sebagai pusat perdagangan dan jasa di Kalimantan Barat.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan kehadiran stand pada MTQ bukan sekadar melengkapi partisipasi daerah dalam ajang syiar Al-Qur’an. Lebih dari itu, momentum tersebut dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi ekonomi kreatif dan produk unggulan hasil karya pelaku UMKM.
“Melalui stand ini, kita ingin menunjukkan bahwa Pontianak memiliki UMKM yang terus berkembang, kreatif, dan mampu bersaing,” ujarnya.
Berbagai produk lokal dipamerkan kepada pengunjung, mulai dari makanan ringan, kue kering, aneka keripik, produk olahan pangan, minuman kemasan, hingga kuliner siap saji. Selain itu, tersedia pula beragam produk kerajinan, seperti tas anyaman, tas bermotif kain tradisional, kain khas daerah, busana, serta suvenir yang menjadi representasi kreativitas masyarakat Pontianak.
Keikutsertaan pelaku UMKM dalam MTQ diharapkan mampu membuka peluang promosi yang lebih luas. Ribuan pengunjung dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Barat menjadi pasar potensial untuk memperkenalkan kualitas produk sekaligus membangun jejaring usaha.
Menurut Edi, penyelenggaraan MTQ dapat memberikan manfaat yang lebih luas apabila mampu mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Karena itu, syiar Al-Qur’an dan pengembangan UMKM dapat berjalan beriringan sebagai bagian dari pembangunan daerah.
Nuansa budaya yang dihadirkan melalui desain stand semakin memperkuat identitas Pontianak sebagai kota yang menjunjung tradisi Melayu sekaligus terbuka terhadap perkembangan ekonomi kreatif. Perpaduan unsur budaya dan produk lokal menjadikan stand tersebut bukan hanya menarik perhatian pengunjung, tetapi juga menyampaikan pesan bahwa potensi daerah layak diperkenalkan ke tingkat yang lebih luas.
Selain menjadi tempat pameran, stand Kota Pontianak juga menjadi ruang interaksi antara pelaku UMKM, pemerintah daerah, dan masyarakat. Pengunjung dapat melihat langsung berbagai produk unggulan, mengenal proses pembuatannya, hingga mendapatkan informasi mengenai potensi ekonomi kreatif Kota Pontianak.
Melalui kehadiran stand tersebut, Pemerintah Kota Pontianak berharap promosi daerah tidak hanya dilakukan melalui penampilan kafilah dalam arena perlombaan, tetapi juga melalui karya nyata masyarakat. Dengan demikian, MTQ menjadi momentum yang memperkuat syiar Islam sekaligus menggerakkan ekonomi lokal berbasis UMKM dan budaya.











