triggernetmedia.com – Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan Rabu (28/1/2026). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah dibuka di level Rp 16.730 per dolar AS, naik 0,23 persen dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di Rp 16.768 per dolar AS.
Penguatan rupiah terjadi seiring melemahnya indeks dolar AS yang turun ke level terendah dalam hampir empat tahun terakhir. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai kondisi ini dipicu oleh sentimen global berupa tren “sell America” yang masih berlanjut di pasar keuangan.
“Rupiah diperkirakan akan menguat karena dolar AS kembali melemah cukup tajam,” kata Lukman, Rabu.
Meski demikian, ia menilai penguatan rupiah berpotensi tertahan karena investor masih menunggu hasil rapat Federal Open Market Committee (FOMC) yang akan menentukan arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Menurut Lukman, rupiah diperkirakan bergerak terbatas di kisaran Rp 16.650 sampai Rp 16.800 per dolar AS sepanjang perdagangan hari ini.
Di kawasan Asia, pergerakan mata uang bervariasi. Ringgit Malaysia menguat paling tinggi sebesar 0,76 persen, sedangkan yen Jepang justru melemah paling dalam dengan penurunan 0,52 persen.

