triggernetmedia.com – Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan mitra dan yayasan pengelola Satuan Pelaksana Pelayanan Gizi (SPPG) untuk tidak mencari keuntungan berlebihan dalam penyediaan menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG). BGN menegaskan, kualitas makanan tidak boleh dikorbankan demi menekan biaya.
Nanik dari BGN menjelaskan, sejak awal program MBG, Presiden Prabowo Subianto memilih menggandeng yayasan pendidikan, keagamaan, dan sosial, bukan PT atau CV, agar program ini tidak berorientasi profit. Namun, beberapa yayasan baru yang tidak bergerak di bidang tersebut kini ikut terlibat. Nanik mengingatkan agar mereka tidak memanfaatkan program untuk keuntungan berlebihan.
“Jangan beli bahan baku semangkanya setipis tisu, jangan anggurnya cuma tiga doang. Apa pengaruh gizinya kalau anggurnya cuma tiga? Ya mbok enam, itu kan lumayan. Jangan main-main harga. Anda sudah dapat Rp6 juta per hari,” kata Nanik dalam acara Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis (11/12/2025).
Tanggung Jawab Sosial Yayasan
Nanik menekankan bahwa meski ada kebutuhan operasional, keuntungan yayasan harus wajar. “Kalaupun nyari untung, sedikit saja. Jangan terlalu berlebihan,” jelasnya.
Mitra SPPG juga diimbau peduli terhadap kondisi sekolah penerima manfaat MBG, seperti membenahi atap bocor atau membangun WC jika dibutuhkan.
Pengawasan dan Aturan yang Lebih Ketat
BGN kini menyusun petunjuk teknis lebih ketat bersama Wakil Ketua BGN Bidang Tata Kelola, Sony Sonjaya. Nanik menegaskan, 30 persen pendapatan mitra harus dialokasikan untuk kegiatan sosial dan pendidikan, agar program MBG tetap sesuai tujuan Presiden.
“Aturan tegas akan segera diberlakukan untuk menjaga kualitas makanan dan integritas program MBG,” tutup Nanik.




