triggernetmedia.com – Pemerintah Kota Pontianak mengapresiasi pencapaian signifikan dalam penurunan angka stunting, menurut Multi Juto Bhatarendro, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kota Pontianak, kolaborasi lintas sektor telah menghasilkan penurunan angka stunting yang menggembirakan.
“Pada tahun ini, berkat kerjasama lintas sektoral yang melibatkan berbagai pihak mulai dari TNI, Polri, swasta, perguruan tinggi, hingga media massa, angka stunting mengalami penurunan yang signifikan,” ungkap Bhatarendro setelah Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi (Monev) Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Pontianak di Hotel Harris, Gajah Mada, Rabu (6/12).
Saat ini, angka stunting di Kota Pontianak berhasil menurun, mencapai target penurunan sebesar lima persen dalam satu tahun.
Saptiko, Koordinator Bidang Pelayanan Intervensi Spesifik dan Sensitif TPPS Kota Pontianak yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak, menjelaskan bahwa fokus ke depan akan difokuskan pada penimbangan dan imunisasi lengkap bagi balita.
Terdapat 13 intervensi spesifik yang sedang dilakukan dalam upaya menurunkan angka stunting di Kota Pontianak.
“Kami bekerja sama dengan berbagai OPD terkait seperti Dinas Sosial, DP2KBP3A, DPUPR, dan DPPP untuk mengoptimalkan fungsi kami,” tambah Saptiko.
Tidak hanya itu, Pemkot Pontianak juga akan memberikan pendampingan yang serius kepada keluarga yang berisiko mengalami stunting.
Selain itu, langkah pengawasan terhadap air dan sanitasi di lingkungan masyarakat yang teridentifikasi mengalami stunting juga akan ditingkatkan.
“Pemkot Pontianak juga akan memberikan bantuan kepada keluarga berisiko stunting, termasuk dalam hal konsumsi ikan,” tutup Saptiko.










