triggernetmedia.com – Gubernur (Pj) Kalimantan Barat, Harisson, terus aktif dalam kunjungannya di Kabupaten Sambas. Harisson mengunjungi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 02 Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Selasa (21/11).
Kunjungan ini tidak hanya untuk melihat langsung fasilitas pendidikan di wilayah yang terkenal dengan kain songket khasnya, tetapi juga untuk memberikan perhatian khusus terhadap kebersihan lingkungan sekolah guna mencegah penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang tengah mengkhawatirkan.
“Kepala Sekolah harus menggencarkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) secara terstruktur, sistematis, dan masif,” tegas Harisson, menggarisbawahi pentingnya upaya pencegahan dalam lingkungan sekolah.
Kunjungan ini menyoroti masih ditemukannya wadah-wadah yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
“Kalau ada ember atau bekas cat di belakang sekolah itu harus diperhatikan dan tumpahkan kalau ada air yang tergenang, sehingga nanti tidak ada jentik-jentik nyamuk di sekolah,” ungkapnya.
Harrison juga menekankan bahwa siklus gigitan nyamuk DBD terjadi pada jam 8 sampai jam 10 pagi serta sore hari, saat kebanyakan anak-anak berada di sekolah. “Harus benar-benar memperhatikan betul kebersihan sekolah, kepala Sekolah harus benar-benar peduli terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk,” tambahnya.
Terlebih lagi, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat akan menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) mengingat adanya kasus korban jiwa akibat DBD di beberapa wilayah di Kalimantan Barat.
“Kasus DBD terus meningkat dan tingkat kematiannya 1% lebih, di antara 100 anak yang terkena DBD ada satu yang meninggal,” papar Harisson.
Harisson mengungkapkan harapannya agar penyebaran nyamuk DBD dapat dikendalikan untuk mencegah peningkatan kasus yang lebih serius. “Kami harapkan (Kalbar) tidak KLB dengan cara mengendalikan penyebaran nyamuk DBD ini,” tutupnya.











