Triggerntmedia.com – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek) secara resmi menetapkan tiga jenis Warisan Budaya Tak benda (WBTb) dari Kota Pontianak, Jumat (3/11).
Keputusan ini telah memicu kebanggaan di seluruh komunitas Pontianak karena memperkuat identitas budaya mereka.
Ketiga jenis Warisan Budaya Takbenda yang baru diakui oleh Kemendikbudristek adalah Bahasa Melayu Pontianak, Kain Kalengkang Pontianak, dan Arsitektur Masjid Jami Sultan Syarif Abdurrahman.
Ini adalah tambahan berharga untuk warisan budaya yang telah ada sebelumnya di Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyambut baik pengakuan ini dan menyatakan bahwa penambahan ini adalah bukti nyata kekayaan budaya yang dimiliki Pontianak.
Ia juga menekankan pentingnya melestarikan budaya ini untuk generasi mendatang.
“Artinya, masyarakat konsisten untuk ikut melestarikan budaya-budaya yang ada di Pontianak sehingga tetap lestari hingga kini dan tak lekang oleh waktu,” ujarnya.
Selain itu, Edi Rusdi Kamtono berharap bahwa pengakuan ini akan menjadi semangat bagi masyarakat dalam melestarikan warisan budaya Kota Pontianak.
Ia mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam menjaga dan merawat budaya ini karena budaya adalah aset yang tak ternilai. Budaya adalah cermin dari sejarah dan identitas suatu daerah.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Pontianak, Sri Sujiarti, menjelaskan bahwa tiga jenis warisan budaya ini sebelumnya diusulkan oleh Pemerintah Kota Pontianak.
Ia merasa bersyukur bahwa usulan dari Kota Pontianak telah diterima dan diakui sebagai bagian dari warisan budaya tak benda.
“Alhamdulillah tiga usulan dari kita sudah resmi ditetapkan sebagai WBTB milik Kota Pontianak,” ungkapnya.
Sri Sujiarti juga menyoroti pentingnya pendidikan dan sosialisasi dalam melestarikan budaya.
Pihaknya telah mengadakan berbagai kegiatan seperti festival seni dan budaya, serta berbagai perlombaan setiap tahunnya, terutama di kalangan pelajar.
Ini adalah upaya konkret untuk memastikan generasi muda mengenal, memahami, dan bangga dengan budaya lokal.




