Triggerntmedia.com – Dalam upaya mempromosikan dan melestarikan budaya lokal, UPT Pusat Iptek dan Bahasa Kota Pontianak menggelar dua kompetisi menarik, yaitu Lomba Berceloteh Bahasa Melayu dan Lomba Tundang, yang diumumkan pada bulan September lalu.
Lomba Berceloteh Bahasa Melayu, yang menjadi sorotan utama, memunculkan seorang juara, yaitu Nadhira Syakila Anjani dari SDN 16 Pontianak Utara.
Kemenangan ini merupakan bukti kefasihan Nadhira dalam mengungkapkan bahasa Melayu, salah satu bahasa daerah yang kaya akan sejarah dan budaya.
Sementara itu, dalam kategori Lomba Tundang, gelar juara jatuh ke tangan grup musik MAN 1 Pontianak, yang menyuguhkan penampilan musik yang memukau.
Lomba ini melibatkan peserta dari berbagai sekolah, dari SMP Negeri dan swasta hingga SMA Negeri dan swasta se-Kota Pontianak.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Sri Sujiarti, turut hadir dalam acara pemberian hadiah kepada para pemenang.
Ia menyampaikan ucapan selamat kepada Nadhira Syakila Anjani dan grup musik MAN 1 Pontianak serta memberikan apresiasi atas partisipasi semua peserta.
Sri Sujiarti juga menekankan pentingnya memahami dan melestarikan budaya Pontianak sejak dini.
“Adik-adik peserta didik harus memahami bahasa daerahnya, baju daerah sampai budaya khas Kota Pontianak lainnya. Kekayaan ini harus dijaga sejak dini dengan mengenalkannya,” ujarnya usai menyerahkan hadiah serta menutup kegiatan secara resmi, di Hotel Borneo, Jumat (3/11).
Lomba Berceloteh Bahasa Melayu menghadirkan peserta dari seluruh SD Negeri dan swasta di Kota Pontianak.
Mereka diseleksi melalui tahap online, dan delapan finalis terbaik dipilih untuk tampil di Gedung PCC pada bulan September lalu. Sementara itu, Lomba Tundang melibatkan seluruh tingkatan sekolah menengah di Kota Pontianak.
Sri Sujiarti berharap bahwa acara serupa dapat diadakan dengan lebih meriah di tahun-tahun berikutnya, dan ini akan membantu menciptakan rasa bangga terhadap budaya daerah sendiri.











