triggernetmedia.com – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat, Harisson, telah menjadi narasumber dalam perayaan Dies Natalis ke-61 Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (FK UNSRI) yang berlangsung di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Palembang. Acara ini memiliki tema “Menjalin Kebersamaan Menuju Keunggulan di Tingkat ASEAN”, Rabu (4/10).
Kedatangan Pj. Gubernur Kalimantan Barat disambut dengan hangat oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, Syarif Husin, dan jajaran staf fakultas.
Harisson sendiri adalah alumni dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, yang telah berperan besar dalam membentuk karirnya.
Dalam pidatonya, Harisson menggarisbawahi pentingnya pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dalam konteks Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.
Ia memaparkan tiga pilar yang harus menjadi dasar konsep pembangunan SDM, yaitu:
- Layanan Dasar dan Perlindungan Sosial: Melibatkan sektor pendidikan, kesehatan, perlindungan sosial, kualitas anak, perempuan, dan pemuda, pengentasan kemiskinan, serta tata kelola kependudukan.
- Produktivitas: Terkait dengan pendidikan dan pelatihan vokasi, pendidikan tinggi, ilmu pengetahuan dan teknologi, inovasi, dan prestasi olahraga.
- Pembangunan Karakter: Melibatkan revolusi mental, pemajuan dan pelestarian ideologi Pancasila, perkuat moderasi beragama, serta budaya literasi, inovasi, dan kreativitas.
Menurut Harisson, tiga pilar ini harus menciptakan SDM yang unggul, yang mampu beradaptasi dengan perubahan, berkolaborasi efektif, dan menghadapi kompleksitas persoalan organisasi.
“Dengan konsep pembangunan manusia yang demikian diharapkan dapat melahirkan insan-insan yang sehat, cerdas, adaptif, kreatif, inovatif, dan terampil, sehingga dapat menjalani kehidupan secara bermartabat di masa depan,” ungkap Harisson.
Pembangunan SDM yang unggul juga memiliki korelasi erat dengan peningkatan produktivitas kerja dan daya saing di tengah perubahan dunia yang cepat.
Harisson juga menyoroti tantangan yang dihadapi oleh Indonesia, khususnya dalam menghadapi era VUCA (Volatility, Uncertainty, Complexity, dan Ambiguity).
Dalam konteks ini, ia menekankan pentingnya mencetak SDM unggul yang dapat beradaptasi dengan lingkungan yang tidak dapat diprediksi.
“Melalui Sumber Daya Manusia yang unggul, tangguh dan berkualitas baik secara fisik dan mental akan berdampak positif tidak hanya terhadap peningkatan daya saing dan kemandirian bangsa, namun juga dalam mendukung pembangunan nasional”, terang Harisson.
Dalam perkembangan terkini, Indonesia telah mengukir prestasi signifikan, dan beberapa lembaga survei asing bahkan memproyeksikan bahwa Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2030.
Harisson mengakhiri pidatonya dengan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi di tingkat regional, khususnya di ASEAN, guna mendukung tujuan pembangunan SDM yang unggul.
Ia berharap bahwa ASEAN dapat menjadi lebih adaptif, responsif, dan kompetitif di tingkat global.
Acara Dies Natalis ke-61 FK UNSRI juga dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Universitas Sriwijaya, M. Said, serta Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan.
Mahasiswa dan mahasiswi dari Fakultas Kedokteran UNSRI juga turut menghadiri acara ini.
