triggernetmedia.com – Gerakan berbagi di lingkungan sekolah melalui program Like Sedekah Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Pontianak terus berkembang. Pada 2026, program tersebut kembali menyalurkan bantuan pendidikan kepada 1.000 pelajar berupa tas dan perlengkapan sekolah. Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Pontianak, Rabu (4/11/2026).
Ketua Baznas Kota Pontianak Sulaiman mengatakan, program yang dimulai sejak 2023 itu kini telah melibatkan 158 sekolah, terdiri atas 130 SD dan 28 SMP. Dana yang dihimpun dari kepedulian para pelajar kemudian disalurkan kembali untuk membantu teman sebaya yang membutuhkan.
Dalam mekanisme penyalurannya, sebanyak 50 persen dana yang terkumpul telah diserahkan kepada masing-masing sekolah untuk membantu siswa yang membutuhkan. Sementara bantuan tahap berikutnya didistribusikan langsung oleh Baznas Kota Pontianak.
“Dana yang terkumpul dari kepedulian para pelajar tersebut disalurkan kembali untuk membantu anak-anak dari keluarga kurang mampu, termasuk melalui pemberian paket bantuan pendidikan,” jelas Sulaiman.
Jumlah penerima bantuan melalui Like Sedekah juga mengalami peningkatan sejak pertama kali diluncurkan di kawasan Tugu Digulis pada 2023. Saat itu, sebanyak 50 paket bantuan berhasil disalurkan. Pada 2024 jumlahnya meningkat menjadi 612 paket, kemudian mencapai 1.000 paket pada 2025 dan kembali sebanyak 1.000 paket pada 2026.
Perluasan manfaat program tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Selain sekolah, sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), rumah sakit daerah, perbankan, dan donatur perorangan turut berpartisipasi dalam gerakan tersebut.
“Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat program bagi anak-anak di Kota Pontianak,” katanya.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengapresiasi konsistensi Baznas bersama Dinas Pendidikan dan satuan pendidikan dalam menjalankan program tersebut. Menurutnya, Like Sedekah memiliki manfaat lebih luas daripada sekadar menghimpun dan menyalurkan bantuan perlengkapan sekolah.
Program ini juga menjadi sarana pendidikan karakter dengan membangun kebiasaan berbagi dan kepedulian sosial sejak usia dini. Melalui kebiasaan menyisihkan sebagian uang secara sukarela, pelajar diajak memahami kondisi orang lain dan menumbuhkan empati terhadap teman yang membutuhkan.
“Keterlibatan pelajar dalam kegiatan berbagi merupakan bagian penting dari pendidikan karakter,” ujarnya.
Edi berharap kebiasaan positif tersebut terus dikembangkan di lingkungan sekolah dengan dukungan guru dan orang tua. Ia juga mengapresiasi keberlanjutan program yang dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi para pelajar.
“Alhamdulilah program ini terus berlanjut dan semoga ke depan semakin banyak siswa yang mendapatkan manfaatnya,” katanya.
Pengembangan gerakan berbagi tersebut kini mulai diperluas ke lingkungan perguruan tinggi melalui program Zakat, Infak, dan Sedekah Solidaritas Mahasiswa (ZISMA). Program yang mengadopsi semangat Like Sedekah itu bertujuan menghimpun kepedulian mahasiswa untuk membantu rekan mereka yang membutuhkan.
Baznas Kota Pontianak telah menjalin kerja sama dengan Universitas Tanjungpura dan Universitas PGRI. Pada peluncuran ZISMA di Universitas Tanjungpura, sebanyak 50 mahasiswa menerima bantuan beasiswa untuk pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT).
“Kehadiran program tersebut diharapkan memperluas budaya berbagi yang telah ditanamkan sejak bangku sekolah hingga jenjang pendidikan tinggi,” jelas Sulaiman.
Melalui Like Sedekah dan pengembangan program ZISMA, Baznas Kota Pontianak berharap budaya berbagi dapat tumbuh di berbagai jenjang pendidikan. Sinergi pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan para donatur diharapkan turut menjaga keberlanjutan gerakan tersebut agar semakin banyak pelajar dan mahasiswa yang terbantu.











