triggernetmedia.com – Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), menyusul gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat menjalankan tugas pemadaman.
Menurut Firman, evaluasi perlu mencakup penguatan langkah pencegahan, koordinasi lintas instansi, kesiapan personel, serta perlindungan keselamatan petugas yang bertugas di lapangan.
Ia menilai, gugurnya petugas dan relawan menjadi peringatan serius bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan upaya pemadaman. Pemerintah juga perlu memastikan ketersediaan peralatan yang memadai dan penerapan sistem mitigasi risiko untuk meminimalkan bahaya selama operasi berlangsung.
“Gugurnya petugas dan relawan dalam penanganan karhutla harus menjadi evaluasi serius bagi pemerintah. Pencegahan, koordinasi lintas instansi, dan perlindungan keselamatan petugas harus diperkuat agar tragedi serupa tidak terulang,” ujar Firman dalam keterangan pers, Jumat (23/10/2026).
Politikus senior Partai Golkar itu menegaskan, pemerintah tidak boleh hanya berfokus pada pemadaman setelah kebakaran meluas. Upaya pencegahan harus menjadi perhatian utama melalui deteksi dini, patroli di wilayah rawan kebakaran, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
Firman juga mendorong penguatan koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat terkait, Manggala Agni, dan relawan. Sinergi antarpihak dinilai penting untuk mempercepat penanganan karhutla sekaligus mengurangi risiko keselamatan yang dihadapi personel di lapangan.
Selain memperkuat sistem penanggulangan, Firman meminta pemerintah memberikan perhatian kepada keluarga petugas dan relawan yang gugur. Perhatian tersebut, kata dia, dapat diwujudkan melalui bantuan dan santunan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Negara juga harus memberikan perhatian kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab atas pengorbanan mereka. Jangan sampai pengabdian para petugas dan relawan yang mempertaruhkan nyawa demi melindungi masyarakat dan lingkungan tidak mendapatkan perhatian yang semestinya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Firman menilai peristiwa tersebut harus menjadi momentum untuk membenahi tata kelola penanggulangan karhutla secara menyeluruh. Pemerintah perlu mengevaluasi kesiapan personel, kecukupan peralatan, efektivitas koordinasi, hingga penerapan standar keselamatan dalam setiap operasi pemadaman.
Ia berharap evaluasi tersebut diikuti langkah konkret agar penanganan karhutla ke depan dapat berjalan lebih efektif dengan tetap mengutamakan keselamatan petugas dan relawan.
“Dengan demikian, upaya melindungi kawasan hutan, lingkungan, serta masyarakat tidak lagi harus dibayar dengan hilangnya nyawa petugas dan relawan,” tandas legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah III tersebut.










