triggernetmedia.com – Sekretaris Daerah Kota Pontianak Amirullah menilai profesi aparatur sipil negara (ASN) telah mengalami perubahan besar seiring perkembangan zaman. ASN saat ini tidak lagi cukup hanya memahami administrasi dan menjalankan prosedur, tetapi dituntut mampu memberikan pelayanan publik yang cepat, profesional, adaptif, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Amirullah saat menjadi pemateri dalam Career Readiness Bootcamp Universitas Tanjungpura, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, perubahan paradigma ASN perlu dipahami oleh generasi muda yang mulai mempersiapkan diri memasuki dunia kerja, termasuk mereka yang bercita-cita menjadi aparatur pemerintah.
“ASN dulu, sekarang, dan yang akan datang itu berbeda. Ada perubahan paradigma yang harus dipahami,” ujar Amirullah.
Ia menjelaskan, perjalanan birokrasi dapat dilihat melalui tiga fase, yakni ASN masa lalu, ASN masa kini, dan ASN masa depan. Setiap fase memiliki tuntutan berbeda sesuai perkembangan masyarakat dan lingkungan kerja.
Pada masa lalu, birokrasi lebih banyak dikenal melalui urusan administrasi, prosedur, serta kepatuhan terhadap aturan. Pola tersebut kemudian melahirkan anggapan bahwa birokrasi identik dengan proses yang panjang dan lambat.
Padahal, kata Amirullah, birokrasi memiliki fungsi penting dalam menciptakan keteraturan di tengah masyarakat. Berbagai layanan pemerintah, mulai dari administrasi kependudukan hingga pengaturan lalu lintas, membutuhkan sistem birokrasi agar dapat berjalan dengan tertib.
“Birokrat hadir untuk menciptakan keteraturan. Tanpa birokrasi, banyak hal dalam kehidupan masyarakat tidak berjalan tertib,” jelasnya.
Namun, paradigma tersebut kini harus berkembang. ASN tidak cukup hanya memastikan suatu proses telah sesuai aturan. Lebih dari itu, pelayanan harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau dulu birokrasi berorientasi pada aturan, sekarang harus berorientasi pada masyarakat. Dulu fokus pada prosedur dan administrasi, sekarang harus cepat dan bermanfaat,” katanya.
Jumlah ASN Efisien, Kinerja Harus Maksimal
Amirullah juga menyoroti jumlah ASN di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak yang dinilainya relatif efisien dibandingkan jumlah penduduk.
Rasio ASN terhadap penduduk di Kota Pontianak berada di bawah satu persen, yakni sekitar 0,7 hingga 0,8 persen. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pemerintah daerah harus mampu mengoptimalkan sumber daya manusia yang tersedia.
“Artinya sangat efisien dari sisi jumlah. Maka ASN yang ada harus bekerja semakin efektif dan memberikan pelayanan terbaik,” ujarnya.
Ia menegaskan, ASN memiliki tiga fungsi utama, yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik, pelayan masyarakat, serta perekat dan pemersatu bangsa.
Karena menjalankan fungsi pelayanan, ASN juga dituntut memberikan perlakuan yang setara kepada seluruh masyarakat tanpa membedakan latar belakang warga.
Menurut Amirullah, salah satu perubahan paling penting adalah membangun mentalitas melayani. Profesi ASN bukan tempat untuk mencari status atau mendapatkan pelayanan, melainkan untuk memberikan pelayanan.
“Kalau ingin menjadi ASN, harus punya mental melayani. Kalau tidak punya mental pelayan, jangan memilih ASN, karena kerja ASN adalah melayani,” tegasnya.
Gelar Bukan Jaminan Kompetensi
Selain mental pelayanan, Amirullah mengingatkan calon ASN agar tidak menjadikan gelar akademik sebagai satu-satunya modal untuk membangun karier.
Ia menyebut gelar pendidikan merupakan fondasi awal. Setelah itu, seseorang harus terus mengembangkan kompetensi, karakter, serta kemampuan menghasilkan kinerja.
“Gelar akademik hanya modal awal. Untuk menjadi kompeten, harus ditambah karakter dan performa,” jelasnya.
Menurutnya, perkembangan karier ASN juga tidak dilakukan secara sembarangan. Penilaian, promosi, pengembangan karier, hingga kenaikan pangkat harus mengacu pada ketentuan yang berlaku, kompetensi, pengalaman jabatan, serta pengembangan kemampuan.
Hal tersebut menjadi semakin penting karena ASN masa depan akan menghadapi tantangan pekerjaan yang terus berubah. Kemampuan beradaptasi dan kemauan untuk terus belajar menjadi bagian penting dalam membangun profesionalisme aparatur.
ASN Masa Depan Harus Adaptif
Amirullah berharap peserta Career Readiness Bootcamp dapat melihat profesi ASN secara lebih luas. Menurutnya, menjadi ASN bukan sekadar pilihan pekerjaan yang menawarkan kepastian karier, tetapi merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.
ASN masa depan harus mampu mengikuti perubahan teknologi, memahami kebutuhan masyarakat, bekerja secara kolaboratif, sekaligus tetap menjaga integritas dalam menjalankan tugas.
Ia pun mengingatkan bahwa di mana pun seorang ASN ditempatkan, orientasi utamanya tetap sama, yakni memberikan pelayanan terbaik dan menjaga keteraturan masyarakat.
“ASN adalah profesi pelayan publik. Di mana pun ditempatkan, tugas utamanya adalah melayani dan menjaga keteraturan,” pungkasnya.











