triggernetmedia.com – Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie meminta seluruh kader PKK, Posyandu, Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan), serta Bunda PAUD di tingkat kecamatan dan kelurahan semakin aktif turun ke tengah masyarakat.
Menurut Yanieta, organisasi kemasyarakatan tidak seharusnya hanya menunggu masyarakat menyampaikan persoalan. Kader justru harus mampu hadir lebih dulu, mendengar kebutuhan warga, dan ikut mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi keluarga.
Pesan tersebut disampaikan Yanieta dalam peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kota Pontianak yang dirangkai dengan pelantikan sejumlah pengurus di Aula Keriang Bandong, Gedung Bank Indonesia Kalimantan Barat, Selasa (1/9/2026).
“Jangan hanya menunggu masyarakat datang kepada kita. Kitalah yang harus lebih dulu hadir di tengah masyarakat, mendengar lebih dulu, dan bergerak ketika masyarakat membutuhkan,” ujar Yanieta.
Ia menilai keberadaan kader di tingkat kecamatan dan kelurahan menjadi kekuatan penting karena mereka berhadapan langsung dengan masyarakat. Kedekatan tersebut memungkinkan berbagai persoalan keluarga diketahui lebih cepat sebelum berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Posyandu Tak Lagi Sekadar Timbang Balita
Dalam kesempatan tersebut, Yanieta turut menekankan perubahan peran Posyandu. Menurutnya, Posyandu kini memiliki cakupan pelayanan yang jauh lebih luas dibandingkan fungsi sebelumnya yang identik dengan penimbangan bayi dan balita.
Transformasi Posyandu membuat kader memiliki tanggung jawab lebih besar dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.
“Posyandu saat ini sudah bertransformasi untuk melayani enam standar pelayanan minimal. Jadi Posyandu bukan hanya tempat menimbang bayi dan balita saja,” katanya.
Karena itu, Yanieta meminta kader memahami peran baru tersebut agar pelayanan di tingkat masyarakat dapat berjalan maksimal.
Tak Ingin PAUD PKK Menumpang
Perhatian khusus juga diberikan Yanieta terhadap pendidikan anak usia dini. Kepada para Bunda PAUD kecamatan dan kelurahan, ia meminta persoalan sarana pendidikan menjadi salah satu agenda yang terus diperhatikan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah masih adanya PAUD binaan PKK yang menggunakan atau menumpang di rumah masyarakat sebagai tempat kegiatan belajar.
Yanieta berharap kondisi tersebut dapat diselesaikan secara bertahap melalui pemetaan kebutuhan dan kolaborasi antara pemerintah, PKK, serta pihak terkait lainnya.
“Insyaallah, selama saya menjadi Ketua Bunda PAUD Kota Pontianak, tidak ada lagi PAUD binaan PKK yang masih menumpang di rumah masyarakat,” tegasnya.
Edi Minta Kader Perkuat Kolaborasi
Sementara itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar memperkuat kerja sama dalam menjalankan program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat.
Edi menilai jaringan kader PKK hingga tingkat kelurahan memiliki posisi strategis karena dapat menjadi mata dan telinga pemerintah dalam mengetahui kondisi warga.
Melalui kader di lapangan, pemerintah dapat memperoleh informasi mengenai kondisi keluarga, mulai dari kebutuhan kesehatan, pendidikan, lingkungan hingga persoalan sosial lainnya.
“Melalui kader-kader, kita bisa mengetahui rumah siapa yang membutuhkan, keluarganya seperti apa, pendidikannya, kesehatannya, hingga lingkungannya,” kata Edi.
Menurutnya, informasi tersebut dapat menjadi dasar bagi pemerintah untuk menentukan intervensi yang lebih tepat sasaran.
Budaya Makan Ikan Terus Didorong
Edi juga mendorong penguatan program konsumsi ikan di tengah masyarakat. Menurutnya, potensi perikanan yang dimiliki daerah dapat dimanfaatkan untuk mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Ia meminta perangkat daerah terkait, termasuk sektor perikanan dan pertanian, membangun kolaborasi dengan PKK dan organisasi terkait agar program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Kolaborasi lintas sektor dinilai penting agar program yang dijalankan dapat memberikan manfaat langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Edi pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus yang dilantik dan dikukuhkan. Ia berharap amanah yang diberikan dapat menjadi bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Kota Pontianak.
“Mudah-mudahan ini menjadi amal dan ibadah yang bermanfaat untuk masyarakat Kota Pontianak,” pungkasnya.










