triggernetmedia.com – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin masih adanya kepala daerah yang terjerat operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), meski pemerintah telah memberikan pembekalan mengenai pencegahan korupsi.
Pernyataan itu disampaikan Tito menanggapi OTT terhadap Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini, yang dilakukan KPK pada Senin (20/7/2026).
“Ya saya prihatin karena kepala daerah sudah kita berikan retret, kemudian pembekalan awal, kemudian juga sudah dibuatkan sistem keuangan lebih transparan, kemudian juga pembinaan-pembinaan telah dilakukan,” kata Tito di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Sudah Dibekali Antikorupsi
Tito menjelaskan, selain mengikuti retret, para kepala daerah juga pernah dikumpulkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan arahan mengenai tata kelola pemerintahan yang baik.
Namun, menurutnya, pemerintah tidak dapat sepenuhnya mengendalikan perilaku setiap kepala daerah karena hal tersebut kembali pada integritas masing-masing individu.
“Pernah dikumpulkan juga oleh Bapak Presiden di Sentul, masih terjadi juga. Kita kan tidak bisa, pertama mereka memang dipilih rakyat. Kedua, kembali ke integritas masing-masing orang,” ujarnya.
Minta Kepala Daerah Introspeksi
Berkaca dari sejumlah kasus OTT yang menjerat kepala daerah, Tito mengimbau seluruh kepala daerah melakukan introspeksi dan tidak terlibat dalam praktik korupsi.
“Saya berharap dengan adanya OTT kepala daerah, termasuk Lombok ini, kepala daerah lainnya agar mawas diri, melakukan introspeksi, jangan sampai melakukan pelanggaran, apalagi tindak pidana korupsi,” katanya.
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK
Sebelumnya, KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) ke-17 sepanjang 2026 dengan mengamankan Bupati Lombok Barat, Lalu Ahmad Zaini.
Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan penangkapan tersebut.
“Benar (OTT Bupati Lombok Barat),” kata Fitroh kepada wartawan.
Fitroh juga mengonfirmasi bahwa Lalu Ahmad Zaini telah diamankan, namun belum menjelaskan lebih lanjut mengenai perkara yang sedang ditangani.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengatakan ruang kerja Bupati telah disegel oleh KPK sejak Senin pagi.
“Iya, begitu paginya kami masuk kantor, situasinya sudah seperti itu (tersegel dengan lambang KPK),” ujarnya.
Saikhu mengungkapkan, beberapa jam sebelum OTT berlangsung, Lalu Ahmad Zaini masih mengikuti kegiatan nonton bareng final Piala Dunia 2026 bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Lombok Barat di halaman kantor bupati.
“Selesai nonton, kami pada pulang, dan paginya pas balik kantor, situasinya sudah seperti ini, kami kaget,” kata Saikhu.











