triggernetmedia.com – PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memperkuat transformasi menuju kawasan industri rendah karbon melalui partisipasi dalam Program Net Zero Industrial Precincts (NZIP). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung agenda dekarbonisasi nasional dan target Net Zero Emission (NZE) sektor industri pada 2050.
Program NZIP merupakan inisiatif Kementerian Perindustrian bersama Climateworks Centre yang bertujuan mendorong pengembangan kawasan industri rendah karbon di Indonesia.
Direktur Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian, Winardi, mengatakan transformasi kawasan industri menjadi salah satu strategi penting untuk menekan emisi sektor industri. Menurut dia, kawasan industri kini tidak hanya berfungsi sebagai pusat produksi, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendorong efisiensi sumber daya, penggunaan energi rendah karbon, pembangunan infrastruktur bersama, dan pengelolaan lingkungan secara terpadu.
“Melalui pendekatan tersebut, pengelola kawasan, tenant, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dapat bersama-sama mengidentifikasi peluang pengurangan emisi melalui peningkatan efisiensi energi, pemanfaatan energi rendah karbon, pembangunan infrastruktur bersama, hingga penguatan permintaan terhadap produk industri rendah emisi,” ujar Winardi dalam keterangan tertulis yang dikutip, Jumat (3/7/2026).
Program NZIP dilaksanakan dalam dua tahap. Fase pertama pada 2024–2025 menghasilkan pemetaan kawasan industri potensial beserta kerangka analisis sebagai dasar pengembangan kawasan industri rendah karbon. Adapun fase kedua pada 2025–2028 difokuskan pada penyusunan jalur transisi dekarbonisasi, kajian sosial ekonomi, analisis pasar, dan pengembangan peluang investasi. IWIP menjadi salah satu kawasan industri yang berpartisipasi pada fase kedua program tersebut.
Deputy General Manager Sustainable Development IWIP, Deky Tetradiono, mengatakan keikutsertaan dalam NZIP membuka peluang bagi perusahaan untuk mengembangkan strategi pengurangan emisi secara lebih terintegrasi.
Menurut Deky, pendekatan tersebut memungkinkan pengembangan infrastruktur bersama, peningkatan efisiensi energi, serta kolaborasi yang lebih erat dengan tenant sehingga implementasi dekarbonisasi dapat berjalan lebih efektif.
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, IWIP mengembangkan sejumlah inisiatif, antara lain pembangunan pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB) berkapasitas 2 x 2,5 megawatt, pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 15 megawatt, pemanfaatan waste heat generation sekitar 90 megawatt, serta rehabilitasi kawasan mangrove untuk mendukung penyerapan karbon.
IWIP juga menerapkan konsep cleaner production melalui prinsip 3R (reduce, reuse, recycle), mengembangkan ekonomi sirkular, serta memperkuat kolaborasi dengan tenant untuk meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya dan pengelolaan kawasan industri yang lebih berkelanjutan.










