triggernetmedia.com – Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengajak aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pontianak meneladani semangat perjuangan para pendahulu saat memperingati Hari Berkabung Daerah Kalimantan Barat 2026, Senin (29/6/2026).
Menurut Edi, peringatan yang diperingati setiap 28 Juni itu tidak boleh sekadar menjadi kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk mengenang para tokoh dan masyarakat Kalimantan Barat yang menjadi korban kekejaman pendudukan Jepang, termasuk dalam Peristiwa Mandor.
“Saya yakin masih banyak yang belum mengetahui secara utuh peristiwa tersebut. Kita tahunya ada pembantaian di Mandor, bahkan ribuan orang menjadi korban,” kata Edi usai upacara di halaman Kantor Wali Kota Pontianak.
Ia menjelaskan, pada masa pendudukan Jepang antara 1941 hingga 1945, banyak tokoh, cendekiawan, dan pemimpin daerah ditangkap lalu dieksekusi. Peristiwa itu, menurutnya, menjadi bagian penting dari sejarah Kalimantan Barat yang harus terus dikenalkan kepada generasi muda.
“Banyak tokoh Kalbar, cendekiawan, pemimpin daerah ditangkap dan dibawa ke Mandor. Ada yang dipancung, ditembak, intinya dibunuh,” ujarnya.
Edi mengaku pernah mengunjungi Kompleks Makam Juang Mandor dan melihat langsung sejumlah makam massal. Pengalaman tersebut memperkuat keyakinannya bahwa tragedi itu merupakan fakta sejarah yang harus terus dirawat melalui dokumentasi dan edukasi.
Karena itu, ia mendorong organisasi perangkat daerah (OPD) terkait bersama para tokoh masyarakat melakukan penelusuran sejarah, pendataan korban, serta memperkuat literasi publik mengenai Hari Berkabung Daerah.
“Tentu ini perlu juga kita lakukan upaya-upaya, khususnya para tokoh di Kota Pontianak. Karena anak keturunannya masih ada,” katanya.
Menurut Edi, menjaga ingatan kolektif terhadap sejarah merupakan bagian dari upaya membangun karakter generasi muda. Ia mengingatkan, perjuangan saat ini tidak lagi dilakukan melalui peperangan, melainkan dengan mengisi kemerdekaan melalui pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Ia mengajak seluruh ASN menjadikan semangat perjuangan para pahlawan sebagai motivasi untuk mengatasi berbagai persoalan daerah, seperti kemiskinan, pengangguran, pendidikan, kesehatan, hingga masalah sosial lainnya.
“Semangat para pahlawan harus menggugah hati kita untuk berpartisipasi menghadapi berbagai persoalan masyarakat,” ujarnya.
Edi juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat sinergi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Mari kita rapatkan barisan untuk membangun daerah, menjaga persatuan dan kesatuan, serta mendukung program pemerintah melalui sinergitas yang kuat,” pungkasnya.
